BPIP: Konten Positif Redam Hoax dan Ujaran Kebencian
Senin, 24 Mei 2021 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
Mira Tayyina menimpali, produksi konten negatif di internet memang luar biasa. Sampai tahun ini, kementeriannya sudah memblokir 2,6 juta konten negatif seperti pornografi, penipuan, dan perjudian. "Produksi hoaks juga sama banyaknya. Tak cukup mengisolasi konten atau memblokir. Dibutuhkan kontra narasi. Walau informasi itu salah, bisa jadi sudah menjadi kebenaran karena opini masyarakat sudah terbentuk," ujarnya.
Masyarakat membutuhkan literasi media agar bisa membedakan informasi benar-salah, hoaks atau disinformasi. "Perlu diingatkan saring sebelum sharing. Saring dulu informasi itu sebelum menyebarkannya," katanya.
Baca juga Lantik Pejabat Baru Kepala BPIP Ingatkan Profesionalisme Kerja
Kombes Dani Kustoni menyebut penyebaran konten hoaks masih ada, meski tak sebanyak saat pemilu lalu. Padahal ujaran kebencian sangat berbahaya. Bisa memicu radikalisme, konflik sosial, bahkan disintegrasi. "Butuh produksi konten positif. Sehingga bisa menghadirkan masyarakat yang tidak provokatif," ucapnya.
Sementara Ismail Fahmi menilai apa yang dilakukan BPIP sudah baik. Agar lebih banyak diapresiasi publik, dia menyarankan konten-konten lebih humanis. "Hindari jargon karena tidak cocok buat generasi milenial. Libatkan generasi muda dalam lomba film dan lain-lain. Hindari penggunaan buzzer dan robot. Karena hanya bikin trending doang tapi enggak ke mana-mana," tuturnya. CM
Masyarakat membutuhkan literasi media agar bisa membedakan informasi benar-salah, hoaks atau disinformasi. "Perlu diingatkan saring sebelum sharing. Saring dulu informasi itu sebelum menyebarkannya," katanya.
Baca juga Lantik Pejabat Baru Kepala BPIP Ingatkan Profesionalisme Kerja
Kombes Dani Kustoni menyebut penyebaran konten hoaks masih ada, meski tak sebanyak saat pemilu lalu. Padahal ujaran kebencian sangat berbahaya. Bisa memicu radikalisme, konflik sosial, bahkan disintegrasi. "Butuh produksi konten positif. Sehingga bisa menghadirkan masyarakat yang tidak provokatif," ucapnya.
Sementara Ismail Fahmi menilai apa yang dilakukan BPIP sudah baik. Agar lebih banyak diapresiasi publik, dia menyarankan konten-konten lebih humanis. "Hindari jargon karena tidak cocok buat generasi milenial. Libatkan generasi muda dalam lomba film dan lain-lain. Hindari penggunaan buzzer dan robot. Karena hanya bikin trending doang tapi enggak ke mana-mana," tuturnya. CM
(ars)
Lihat Juga :