BPIP: Konten Positif Redam Hoax dan Ujaran Kebencian
Senin, 24 Mei 2021 - 17:41 WIB
loading...
BPIP mengajak masyarakat menggunakan media sosial secara bijak. Jangan digunakan untuk konten negatif, menyebarkan hoaks, dan ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan.
A
A
A
JAKARTA - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat untuk menggunakan media sosial secara bijak. Jangan digunakan untuk konten negatif, menyebarkan hoaks, dan ujaran kebencian yang menimbulkan perpecahan.
"Dengan begitu kanal utama media sosial bisa semarak dengan konten-konten bagus," kata Prakoso, Deputi Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP dalam diskusi 'Peran Penting Media Sosial Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Generasi Muda', secara daring, Senin (24/5/2021).
Narasumber lain dalam diskusi tersebut adalah Sekretaris Jenderal sekaligus Plt. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Mira Tayyiba, Kasubdit III Cybercrime Bareskrim Mabes Polri Kombes Dani Kustoni, dan Founder Drone Emprit Ismail Fahmi, dan diikuti anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) seluruh Indonesia.
Prakoso mengatakan, BPIP bertugas mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial agar bisa diterima masyarakat. Menurutnya, ada beberapa strategi. "Selain memproduksi sendiri konten-konten positif, BPIP juga melibatkan banyak pihak agar terlibat dalam mengekspos konten keberagaman dan nasionalisme," ujarnya.
![BPIP: Konten Positif Redam Hoax dan Ujaran Kebencian]()
BPIP, kata Prakoso, aktif mengadakan lomba-lomba di berbagai platform medsos, bikin serial film dan animasi untuk mengubah mindset seperti cinta Tanah Air. "BPIP menggandeng anak muda untuk punya semangat nasionalisme dan kearifan lokal. Mohon konten-konten ini nanti bisa disebarluaskan," katanya.
Prakoso berharap angka aktualisasi nilai Pancasila sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), bisa mencapai 77 persen pada akhir 2024. Saat ini baru 71 persen.
"Dengan begitu kanal utama media sosial bisa semarak dengan konten-konten bagus," kata Prakoso, Deputi Hubungan Antarlembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP dalam diskusi 'Peran Penting Media Sosial Dalam Pembinaan Ideologi Pancasila Bagi Generasi Muda', secara daring, Senin (24/5/2021).
Narasumber lain dalam diskusi tersebut adalah Sekretaris Jenderal sekaligus Plt. Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Mira Tayyiba, Kasubdit III Cybercrime Bareskrim Mabes Polri Kombes Dani Kustoni, dan Founder Drone Emprit Ismail Fahmi, dan diikuti anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) seluruh Indonesia.
Prakoso mengatakan, BPIP bertugas mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila melalui media sosial agar bisa diterima masyarakat. Menurutnya, ada beberapa strategi. "Selain memproduksi sendiri konten-konten positif, BPIP juga melibatkan banyak pihak agar terlibat dalam mengekspos konten keberagaman dan nasionalisme," ujarnya.

BPIP, kata Prakoso, aktif mengadakan lomba-lomba di berbagai platform medsos, bikin serial film dan animasi untuk mengubah mindset seperti cinta Tanah Air. "BPIP menggandeng anak muda untuk punya semangat nasionalisme dan kearifan lokal. Mohon konten-konten ini nanti bisa disebarluaskan," katanya.
Prakoso berharap angka aktualisasi nilai Pancasila sesuai target Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), bisa mencapai 77 persen pada akhir 2024. Saat ini baru 71 persen.
Lihat Juga :