Pimpin Parpol dan Punya Basis Massa, Peluang Cak Imin Nyapres Dinilai Besar
Sabtu, 22 Mei 2021 - 12:25 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menilai pada Pilpres 2024 nanti, ada sedikitnya enam klaster capres maupun cawapres yang berpotensi maju. Pertama adalah klaster ketua umum (ketum) parpol. ”Di sana ada Muhaimin Iskandar, Airlangga, Prabowo, AHY, Puan yang mewakili Megawati dan lainnya,” lanjutnya.
Kedua, sambung dia, klaster menteri seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Airlangga dan juga Prabowo. Klaster ketiga adalah kepala daerah seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indarparawansa dan Ridwan Kamil. ”Klaster keempat adalah pengusaha seperti yang dulu ada Sandiaga Uno, mungkin juga sekarang Erick Thohir,” katanya.
Selanjutnya, kata dia, capres-cawapres berpotensi muncul dari klaster mantan purnawirawan TNI/Polri seperti Prabowo, Gatot Nurmantyo maupun Moeldoko. Terakhir, kekuatan ormas seperti sebelumnya ada KH Ma’ruf Amin dari NU, KH Hasyim Muzadi maupun KH Solahuddin Wahid.
"Kalau kita lihat konstruksinya maka Muhaimin berpotensi masuk ranah politik 2024. Kita tahu pasca Jokowi tidak bisa mencalonkan lagi karena terganjal konstitusi maka 2024 adalah pertarungan bebas,” ujarnya. Baca juga: Tak Cuma Puan Maharani, Nama-nama Ini Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
Dengan peluang yang dimilikinya, kata dia, Muhaimin dan juga para kandidat potensial lainnya, tidak ada cara lain selain terus berupaya mengambil simpati publik. ”PKB dengan infrastruktur yang dimilik, jaringan NU yang dimiliki harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kalau masyarakat kesulitan harus hadir. Kalau memang serius harus dilakukan dari saat ini, walaupun itu akan menghabiskan energi dan kekuatan finansial. Rakyat harus didekati di tengah-tengah kesulitan sehingga ada simpati dari mereka,” tuturnya.
Kedua, sambung dia, klaster menteri seperti Sandiaga Uno, Erick Thohir, Airlangga dan juga Prabowo. Klaster ketiga adalah kepala daerah seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Khofifah Indarparawansa dan Ridwan Kamil. ”Klaster keempat adalah pengusaha seperti yang dulu ada Sandiaga Uno, mungkin juga sekarang Erick Thohir,” katanya.
Selanjutnya, kata dia, capres-cawapres berpotensi muncul dari klaster mantan purnawirawan TNI/Polri seperti Prabowo, Gatot Nurmantyo maupun Moeldoko. Terakhir, kekuatan ormas seperti sebelumnya ada KH Ma’ruf Amin dari NU, KH Hasyim Muzadi maupun KH Solahuddin Wahid.
"Kalau kita lihat konstruksinya maka Muhaimin berpotensi masuk ranah politik 2024. Kita tahu pasca Jokowi tidak bisa mencalonkan lagi karena terganjal konstitusi maka 2024 adalah pertarungan bebas,” ujarnya. Baca juga: Tak Cuma Puan Maharani, Nama-nama Ini Berpeluang Dampingi Prabowo di Pilpres 2024
Dengan peluang yang dimilikinya, kata dia, Muhaimin dan juga para kandidat potensial lainnya, tidak ada cara lain selain terus berupaya mengambil simpati publik. ”PKB dengan infrastruktur yang dimilik, jaringan NU yang dimiliki harus hadir di tengah-tengah masyarakat. Kalau masyarakat kesulitan harus hadir. Kalau memang serius harus dilakukan dari saat ini, walaupun itu akan menghabiskan energi dan kekuatan finansial. Rakyat harus didekati di tengah-tengah kesulitan sehingga ada simpati dari mereka,” tuturnya.
(dam)
Lihat Juga :