BMKG Pastikan Informasi Fenomena Gelombang Panas Ancam Indonesia Hoaks
Sabtu, 22 Mei 2021 - 06:18 WIB
loading...
dan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendapat laporan terkait adanya fenomena gelombang panas yang mengancam wilayah Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendapat laporan terkait adanya fenomena gelombang panas yang mengancam wilayah Indonesia dalam beberapa waktu belakangan ini. Dipastikan BMKG, informasi tersebut adalah tidak benar alias hoaks.
"Pemberitaan yang beredar tentang gelombang panas di Indonesia adalah tidak benar," ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Irsal Yuliandri melalui tayangan YouTube InfoBMKG, Sabtu (22/5/2021). Baca juga: Waspadai Potensi Tsunami di Pesisir Jawa, BMKG Minta Jalur Evakuasi Diperbaiki
Irsal menjelaskan, gelombang panas atau dikenal dengan istilah heat wave adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih, secara berturut-turut. Di mana, suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga lima derajat celcius atau lebih.
"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah dengan lintang menengah hingga lintang tinggi seperti di negara-negara Eropa dan Amerika," imbuh Irsal.
Secara dinamika atmosfer, kata Irsal, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah. Udara panas itu disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Misalnya, akibat sistem tekanan tinggi dalam skala luas dan terjadi cukup lama.
"Pemberitaan yang beredar tentang gelombang panas di Indonesia adalah tidak benar," ujar Prakirawan Cuaca BMKG, Irsal Yuliandri melalui tayangan YouTube InfoBMKG, Sabtu (22/5/2021). Baca juga: Waspadai Potensi Tsunami di Pesisir Jawa, BMKG Minta Jalur Evakuasi Diperbaiki
Irsal menjelaskan, gelombang panas atau dikenal dengan istilah heat wave adalah fenomena kondisi udara panas yang berkepanjangan selama lima hari atau lebih, secara berturut-turut. Di mana, suhu maksimum harian lebih tinggi dari suhu maksimum rata-rata hingga lima derajat celcius atau lebih.
"Fenomena gelombang panas ini biasanya terjadi di wilayah dengan lintang menengah hingga lintang tinggi seperti di negara-negara Eropa dan Amerika," imbuh Irsal.
Secara dinamika atmosfer, kata Irsal, hal tersebut dapat terjadi karena adanya udara panas yang terperangkap di suatu wilayah. Udara panas itu disebabkan adanya anomali dinamika atmosfer yang mengakibatkan aliran udara tidak bergerak dalam skala yang luas. Misalnya, akibat sistem tekanan tinggi dalam skala luas dan terjadi cukup lama.
Lihat Juga :