KAHMI: Buku Menyibak Kebenaran Irman Gusman, Proses Pencarian Dewi Keadilan
Kamis, 20 Mei 2021 - 21:34 WIB
loading...
Peluncuran buku karya Irman Gusman berjudul Menyibak Kebenaran: Drama Hukum, Jejak Langkah bersamaan dengan perayaan Hari Kebangkitan Nasional yang diselenggarakan oleh Korps Alumi Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Foto/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) menyambut baik peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2021 sekaligus peluncuran buku Irman Gusman berjudul 'Menyibak Kebenaran, Drama Hukum, Jejak Langkah dan Gagasan Irman Gusman'.
Menurut Koordinator Presidium MN KAHMI Viva Yoga Mauladi dalam acara 'Peringatan Harkitnas dan Peluncuran Buku Menyibak Kebenaran' yang disiarkan di Yakusa ID, Kamis (20/5/2021), memperjuangkan kebenaran dan keadilan hukum nasional dalam rel hukum nasional dengan masinis kereta api yang beragam dan warna-warni dalam pemikiran Irman Gusman adalah sebuah drama, peristiwa dan takdir yang dilalui dan didokumentasikan dalam sebuah buku. Sehingga, bisa memberikan inspirasi dan pembelajaran sejarah dalam penegakkan hukum Indonesia.
"Gunanya, untuk memberikan inspirasi, memberikan pembelajaran sejarah, catatan-catatan kaki dalam penegakan hukum di Indonesia," ujar Yoga.
Baca juga: Anies Berharap Buku Irman Gusman Jadi Gagasan Baru di Dunia Hukum
Dalam buku tersebut, menurut mantan politikus Senayan itu, bisa dilihat juga bagaimana proses dan perjalanan Irman Gusman dalam mencari dewi-dewi keadilan. "Bang Irman Gusman sedang mencari dewi keadilan yang oleh orang Yunani disebut Dewi Themis, masyarakat Mesir menyebut Dewi Maat, dan orang Romawi menyebut Dewi Yustisia, bisa didapatkan dalam buku Bang Irman Gusman bagaimana proses dalam pencarian dewi-dewi keadilan," jelasnya.
Menurut Koordinator Presidium MN KAHMI Viva Yoga Mauladi dalam acara 'Peringatan Harkitnas dan Peluncuran Buku Menyibak Kebenaran' yang disiarkan di Yakusa ID, Kamis (20/5/2021), memperjuangkan kebenaran dan keadilan hukum nasional dalam rel hukum nasional dengan masinis kereta api yang beragam dan warna-warni dalam pemikiran Irman Gusman adalah sebuah drama, peristiwa dan takdir yang dilalui dan didokumentasikan dalam sebuah buku. Sehingga, bisa memberikan inspirasi dan pembelajaran sejarah dalam penegakkan hukum Indonesia.
"Gunanya, untuk memberikan inspirasi, memberikan pembelajaran sejarah, catatan-catatan kaki dalam penegakan hukum di Indonesia," ujar Yoga.
Baca juga: Anies Berharap Buku Irman Gusman Jadi Gagasan Baru di Dunia Hukum
Dalam buku tersebut, menurut mantan politikus Senayan itu, bisa dilihat juga bagaimana proses dan perjalanan Irman Gusman dalam mencari dewi-dewi keadilan. "Bang Irman Gusman sedang mencari dewi keadilan yang oleh orang Yunani disebut Dewi Themis, masyarakat Mesir menyebut Dewi Maat, dan orang Romawi menyebut Dewi Yustisia, bisa didapatkan dalam buku Bang Irman Gusman bagaimana proses dalam pencarian dewi-dewi keadilan," jelasnya.
Lihat Juga :