GPK PPP Minta Indonesia dan Negara OKI Galang Kekuatan Hentikan Aksi Israel

Selasa, 18 Mei 2021 - 20:41 WIB
loading...
GPK PPP Minta Indonesia...
Warga mengamati pabrik spons yang terbakar setelah terkena peluru artileri Israel di Jalur Gaza utara 17 Mei 2021. Reuters /Ashraf Abu Amrah
A A A
JAKARTA - Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ka'bah (PP GPK) mendesak Pemerintah Indonesia dan negara-negara Organiasi Konferensi Islam (OKI) melakukan aksi kolektif untuk menghentikan kejahatan kemanusian yang dilakukan Israel.

"Kami mendesak Pemerintah RI dan OKI agar mengutuk kebiadaban Israel. Kemudian gar bisa melakukan aksi kolektif untuk menghentikan kejahatan kemanusian yang dilakukan Israel kepada umat Islam di Al Aqsa dan di Gaza," tutur Ketua Umum PP GPK Andi Surya Wijaya dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

PP GPK juga mengajak seluruh umat Islam Indonesia dan seluruh komponen ormas Indonesia pada khususnya bersama sama melawan kezaliman zionis Israel karena bertentangan dengan Deklarasi Universal Hak-Hak Azasi Manusia 10 Desember 1948.

"Tindakan agresi militer Israel sebagai tindakan teroris nyata dan genosida kepada rakyat dan bangsa Palestina yang dapat mengancam perdamaian dunia," ujarnya.

Dia menilai Israel telah melanggar prinsip-prinsip hukum internasional dalam piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terutama keputusan PBB untuk Pendidikan, IImu Pengetahuan dan Budaya (UNESCO) tahun 2016 yang menetapkan Masjid Al Aqsa sebagai situs suci umat Islam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Ketua SC Mengaku Borong Kamar Hotel untuk Persidangan Muktamar
6 WNI Relawan Global...
6 WNI Relawan Global Sumud Land Convoy yang Terhenti di Libya Dipulangkan Kemlu
Prabowo-Macron Sepakat...
Prabowo-Macron Sepakat Dukung Solusi Dua Negara untuk Palestina
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Rekomendasi
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
MNC University Siapkan...
MNC University Siapkan Program Double Degree dan Pertukaran Mahasiswa dengan Kampus ASEAN
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Berita Terkini
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Yusril Dialog dengan...
Yusril Dialog dengan BEM SI, Janji Sampaikan 5 Tuntutan ke Presiden
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved