Ketua DPD Desak Pemerintah Klarifikasi Masuknya TKA China ke Indonesia
Senin, 17 Mei 2021 - 17:29 WIB
loading...
Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti meminta pemerintahh memberikan klarifikasi terkait masuknya TKA China ke Indonesia di tengah larangan mudik Lebaran. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua DPD RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti ikut berkomentar terkait informasi masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China ke Indonesia di tengah kebijakan larangan mudik. Karena itu, La Nyalla meminta pemerintah segera bersikap menanggapi hal ini.
La Nyalla menganggap sikap pemerintah diperlukan agar tak melukai hati masyarakat. Pemerintah perlu menanggapi kegelisahan publik mengenai isu masuknya TKA China ke Indonesia. Hal ini bisa melukai perasaan masyarakat, karena terjadi saat adanya pelarangan mudik yang menyebabkan warga tidak bisa pulang kampung saat perayaan Idul Fitri," tutur La Nyalla, Senin (17/5/2021). Baca juga: TKA China Kian Bebas Masuk Indonesia, KSPI: UU Cipta Kerja Penyebabnya
Setidaknya ada 4 kloter TKA China yang masuk Indonesia beberapa waktu terakhir. Kloter pertama sebanyak 85 WN China dan 3 WNI yang tiba pada Selasa (4/5/2021) di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lalu kloter kedua ada 46 WN China yang masuk Indonesia pada Kamis 6 Mei 2021. Baca juga: TKA China Terus Masuk Indonesia, DPR: Mengapa Pekerjaan yang Tersedia Tidak Diprioritaskan bagi WNI?
Selanjutnya kloter ketiga tiba dengan membawa sebanyak 160 WN China pada Sabtu (8/5). Terakhir adalah kabar kedatangan 114 TKA menggunakan pesawat carteran saat Hari Raya Idul Fitri pada 13 Mei 2021. La Nyalla meminta pemerintah memberikan klarifikasi yang utuh kepada masyarakat. "Saya harap Menaker, Menhub, pihak imigrasi, dan jajaran terkait bisa memberikan klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman. Karena kabarnya para TKA yang masuk ke Indonesia tersebut merupakan pekerja asing untuk berbagai proyek strategis nasional (PSN)," ucapnya.
Lebih lanjut La Nyalla menyatakan pihaknya menyadari, penempatan TKA untuk bekerja di PSN sesuai dengan permintaan dari investor proyek itu sendiri. Sama halnya dengan Indonesia yang membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika ada investasi di luar negeri.
La Nyalla menganggap sikap pemerintah diperlukan agar tak melukai hati masyarakat. Pemerintah perlu menanggapi kegelisahan publik mengenai isu masuknya TKA China ke Indonesia. Hal ini bisa melukai perasaan masyarakat, karena terjadi saat adanya pelarangan mudik yang menyebabkan warga tidak bisa pulang kampung saat perayaan Idul Fitri," tutur La Nyalla, Senin (17/5/2021). Baca juga: TKA China Kian Bebas Masuk Indonesia, KSPI: UU Cipta Kerja Penyebabnya
Setidaknya ada 4 kloter TKA China yang masuk Indonesia beberapa waktu terakhir. Kloter pertama sebanyak 85 WN China dan 3 WNI yang tiba pada Selasa (4/5/2021) di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Lalu kloter kedua ada 46 WN China yang masuk Indonesia pada Kamis 6 Mei 2021. Baca juga: TKA China Terus Masuk Indonesia, DPR: Mengapa Pekerjaan yang Tersedia Tidak Diprioritaskan bagi WNI?
Selanjutnya kloter ketiga tiba dengan membawa sebanyak 160 WN China pada Sabtu (8/5). Terakhir adalah kabar kedatangan 114 TKA menggunakan pesawat carteran saat Hari Raya Idul Fitri pada 13 Mei 2021. La Nyalla meminta pemerintah memberikan klarifikasi yang utuh kepada masyarakat. "Saya harap Menaker, Menhub, pihak imigrasi, dan jajaran terkait bisa memberikan klarifikasi agar tidak ada kesalahpahaman. Karena kabarnya para TKA yang masuk ke Indonesia tersebut merupakan pekerja asing untuk berbagai proyek strategis nasional (PSN)," ucapnya.
Lebih lanjut La Nyalla menyatakan pihaknya menyadari, penempatan TKA untuk bekerja di PSN sesuai dengan permintaan dari investor proyek itu sendiri. Sama halnya dengan Indonesia yang membawa Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika ada investasi di luar negeri.
Lihat Juga :