Soal Palestina, Pihak Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY

loading...
Soal Palestina, Pihak Moeldoko Ingatkan Demokrat AHY Jangan Permalukan SBY
Konflik Israel-Palestina. Foto/Reuters
JAKARTA - Juru Bicara Partai Demokrat hasil KLB yang dipimpin Moeldoko, Muhammad Rahmad meminta Partai Demokrat Kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menekan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) melalui konflik Israel-Palestina, bahkan membandingkan rekam jejak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Jokowi dalam mengatasi krisis di Palestina, adalah keliru dan hanya akan mempermalukan SBY.

Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan 42 Warga Palestina di Gaza

"Sebagaimana diberitakan sebelumnya, AHY, Anton Sukartono Suratto - Anggota DPR RI Fraksi Demokrat, dan Ricky Kurniawan - Deputi Bakomstra DPP Partai Demokrat, turut mengomentari konflik Palestina dan Israel yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Ricky Kurniawan dalam keterangan tertulisnya bahkan membandingkan rekam jejak SBY lebih hebat dari Presiden Jokowi dalam mengatasi konflik di Palestina," ujarnya, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Pernyataan Bersama Presiden Jokowi, PM Malaysia, dan Sultan Brunei Kutuk Keras Agresi Israel ke Palestina



Rahmad menganggap, kubu AHY tidak mengikuti perkembangan hubungan diplomasi Indonesia dengan Palestina dan dunia internasional. Indonesia secara gigih telah bicara ke OKI dan Dewan Keamanan PBB sebelum Demokrat Kubu AHY bicara tentang Palestina.

"Pada Kamis (23/04/2021) lalu, Indonesia telah bicara di “Open Debate" Dewan Keamanan PBB terkait Palestina dan Timur Tengah. Indonesia menyampaikan bahwa rencana Israel untuk aneksasi wilayah Tepi Barat Palestina tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga mengancam proses perdamaian Israel-Palestina dan stabilitas di kawasan. Indonesia telah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera menghentikan rencana Israel tersebut," tuturnya.

Baca juga: Fadil Jaidi Berhasil Kumpulkan Dana Hampir Tembus Rp7 Miliar Untuk Palestina

"Sebelumnya, Presiden Jokowi di sesi debat umum Sidang Majelis Umum ke-75 PBB, tanggal (22/9/2020) lalu, telah menyampaikan pidato khusus tentang pentingnya Indonesia untuk terus konsisten memberikan dukungan kepada Palestina untuk mendapatkan hak-haknya," sambung Rahmad.

Lebih lanjut Rahmad mengatakan, perhatian khusus Indonesia dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina juga ditunjukkan ketika Indonesia menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB dan Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.

Di sisi lain, Retno Marsudi, Menlu RI dalam kapasitasnya sebagai Presiden Dewan Keamanan PBB pada bulan Mei 2019, menyampaikan ada tiga hal penting yang harus diperhatikan Dewan Keamanan PBB terkait Palestina; Pertama, pentingnya untuk memberikan perlindungan bagi penduduk sipil Palestina, Kedua, perlunya segera diambil langkah konkret untuk mengatasi situasi kemanusiaan di Palestina, dan Ketiga, proses perdamaian harus dimulai kembali.



"Untuk itu perlu segera dibentuk proses perdamaian yang kredibel, yang memastikan kesetaraan semua pihak dalam perundingan," ulas Rahmad.

Tidak hanya soal Palestina, lanjut dia, di bawah Presidensi Indonesia, Dewan Keamanan PBB telah berhasil mengesahkan 4 resolusi, yaitu: 1 resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Lebanon (UNIFIL), dua resolusi perpanjangan mandat misi pemeliharaan perdamaian di Somalia (UNSOM), tiga, resolusi perpanjangan rezim sanksi di Mali, dan keempat, resolusi tentang personel penjaga perdamaian perempuan yang diprakarsai Indonesia.

"Indonesia terpilih menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB sebanyak dua kali berturut-turut, yakni tahun 2019 dan 2020. Ini adalah prestasi tertinggi Indonesia sepanjang sejarah diplomasi di dunia Internasional. Prestasi ini diperoleh masa Pemerintahan Presiden Jokowi," bebernya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top