Banyak Warga Marah di Titik Penyekatan, Sosiolog: Mereka Frustasi
Minggu, 16 Mei 2021 - 22:02 WIB
loading...
A
A
A
Artinya, kata dia, kondisi itu menimbulkan akumulasi reaksi warga. Semestinya, pemerintah tegas dan adil, dalam menerapkan aturan kepada semua orang, baik WNA atau WNI atau siapa pun. Sehingga tidak ada kecemburuan sosial.
Baca juga: Cegah Covid-19, Polda Sulsel Lakukan Swab Antigen Acak di Pos Penyekatan
"Pemerintah, juga mestinya membuat kebijakan satu konsep, misalnya antara Menteri Perhubungan dengan lainnya. Kemudian aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sehingga tidak memicu kecemburuan sosial," katanya.
Diakui Nunung, masyarakat saat ini agak abai, tidak seperti tahun lalu, mayarakat masih sangat takut atas pandemi COVID-19. Saat ini bukan berarti tidak takut, tapi sedikit mengabaikan.
"Bisa jadi masyarakat sudah jenuh. Segala hal dibatasi dengan kebiasaan baru. Sementara masyarakat kita sukanya berkumpul. Dan berkumpul itu kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita. Ini yang mesti terus disosialisasikan oleh pemerintah agar warga paham," kata Nunung.
Baca juga: Cegah Covid-19, Polda Sulsel Lakukan Swab Antigen Acak di Pos Penyekatan
"Pemerintah, juga mestinya membuat kebijakan satu konsep, misalnya antara Menteri Perhubungan dengan lainnya. Kemudian aturan berlaku untuk semua orang tanpa kecuali. Sehingga tidak memicu kecemburuan sosial," katanya.
Diakui Nunung, masyarakat saat ini agak abai, tidak seperti tahun lalu, mayarakat masih sangat takut atas pandemi COVID-19. Saat ini bukan berarti tidak takut, tapi sedikit mengabaikan.
"Bisa jadi masyarakat sudah jenuh. Segala hal dibatasi dengan kebiasaan baru. Sementara masyarakat kita sukanya berkumpul. Dan berkumpul itu kebutuhan mendasar bagi masyarakat kita. Ini yang mesti terus disosialisasikan oleh pemerintah agar warga paham," kata Nunung.
(abd)
Lihat Juga :