Waspadai Lonjakan Covid-19
Senin, 17 Mei 2021 - 05:32 WIB
loading...
A
A
A
Risiko mudik tahun ini memang terbilang besar karena virus korona masih mengancam. Bukan saja di tempat tujuan di kampung, tetapi juga selama perjalanan dan lokasi istirahat. Apalagi bagi pemudik yang melanjutkan perjalanan berpelesir ke tempat wisata yang ternyata belakangan disesaki pengunjung.
Melihat sejumlah fakta banyaknya lokasi tujuan wisata yang dipadati pengunjung dan cenderung mengabaikan protokol kesehatan, kekhawatiran pun muncul. Akankah ini menjadi kluster baru penyebaran virus korona? Pertanyaan ini wajar mengemuka mengingat saat ini jumlah kasus korona di Tanah Air masih relatif tinggi. Hingga Minggu (16/5), total kasus positif mencapai 1.739.750 orang, dengan pasien sembuh 1.600.857 orang dan meninggal dunia sebanyak 48.093 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah penambahan kasus harian pun masih cukup tinggi, di atas 3.000-an pada akhir pekan lalu.
Angka-angka ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa korona sangat nyata masih ada di sekitar kita. Angka itu bukan tidak mungkin akan bertambah jika melihat fakta-fakta masih terjadinya kerumuman di banyak tempat, ditambah tidak disiplinnya masyarakat saat melakukan aktivitas sehari-hari temasuk ketika bersilaturahmi kala Lebaran.
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 pascaliburan Lebaran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya dengan melakukan random test (tes acak) dan mandatory check (wajib tes Covid) bagi para pemudik yang akan kembali ke ibu kota.
Tes acak kepada masyarakat ini diberlakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa yang akan menuju Jakarta. Adapun untuk mandatory check berlaku bagi pemudik dari Sumatera ke Pulau Jawa dan Jakarta mulai 15 Mei lalu.
Melihat sejumlah fakta banyaknya lokasi tujuan wisata yang dipadati pengunjung dan cenderung mengabaikan protokol kesehatan, kekhawatiran pun muncul. Akankah ini menjadi kluster baru penyebaran virus korona? Pertanyaan ini wajar mengemuka mengingat saat ini jumlah kasus korona di Tanah Air masih relatif tinggi. Hingga Minggu (16/5), total kasus positif mencapai 1.739.750 orang, dengan pasien sembuh 1.600.857 orang dan meninggal dunia sebanyak 48.093 orang. Dari jumlah tersebut, jumlah penambahan kasus harian pun masih cukup tinggi, di atas 3.000-an pada akhir pekan lalu.
Angka-angka ini harus menjadi peringatan bagi semua pihak bahwa korona sangat nyata masih ada di sekitar kita. Angka itu bukan tidak mungkin akan bertambah jika melihat fakta-fakta masih terjadinya kerumuman di banyak tempat, ditambah tidak disiplinnya masyarakat saat melakukan aktivitas sehari-hari temasuk ketika bersilaturahmi kala Lebaran.
Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 pascaliburan Lebaran, pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi. Di antaranya dengan melakukan random test (tes acak) dan mandatory check (wajib tes Covid) bagi para pemudik yang akan kembali ke ibu kota.
Tes acak kepada masyarakat ini diberlakukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa yang akan menuju Jakarta. Adapun untuk mandatory check berlaku bagi pemudik dari Sumatera ke Pulau Jawa dan Jakarta mulai 15 Mei lalu.
Lihat Juga :