Banyak Terobosan di 100 Hari Pertama, Kinerja Kapolri Diapresiasi

loading...
Banyak Terobosan di 100 Hari Pertama, Kinerja Kapolri Diapresiasi
Kinerja 100 Hari Pertama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai apresiasi. Salah satunya datang dari Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI). Foto/Arif Julianto/MPI
JAKARTA - Kinerja 100 Hari Pertama Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuai apresiasi berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Jaringan Mubaligh Muda Indonesia (JAMMI).

Baca juga: Kapolri Minta Maaf kepada Masyarakat Soal Larangan Mudik Lebaran

Koordinator Nasional JAMMI, Irfaan Sanoesi mengungkapkan, terobosan Kapolri perlahan terlihat dari digunakan aspek teknologi dalam ruang lingkup kerja kepolisian.

Salah satunya program electronic traffic law enforcement (ETLE) atau tilang elektronik tahap pertama secara nasional. Dia menjelaskan bahwa ETLE merupakan program inovatif yang mengubah karakter personel Polri di bawah Jenderal Listyo S Prabowo.



Baca juga: Kapolri Perintahkan Pemeriksaan Sertifikat Vaksin di Pintu Kedatangan WNA Bandara Soetta

"Kehadiran teknologi dimanfaatkan betul oleh Kapolri sekarang. Hadirnya ETLE menghapus kebiasaan pungli, tidak ada istilah titip sidang dan awasi pelaksanaannya secara penuh," kata Irfaan Sanoesi, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: H-1 Jelang Lebaran, Kapolri Tinjau Arus Keberangkatan di Bandara Soetta

Selain ETLE, dia mengapresiasi peluncuran aplikasi Sim Nasional Presisi (SINAR). Sinar merupakan salah satu transformasi program Polri khususnya di bidang lalu lintas.

"Bidang lalu lintas menjadi bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, terobosan menggunakan teknologi harus dilakukan karena Bidang Lalu Lintas ini menjadi etalase dari kepolisian di masyarakat dan Korlantas Polri mampu mengimplementasikannya," sambungnya.

Dia menerangkan, kepemimpinan institusi kepolisian di bawah Kapolri Jenderal Listyo S. Prabowo menampilkan polisi yang berwibawa, tidak hanya dilihat dari sisi polisi yang membawa senpi, tapi personel Polri yang humanis, dekat dengan rakyat.



"Hadirnya ETLE dan SINAR misalnya, menghapus citra anggota polisi yang sangar karena anggota Polantas khususnya, menegakkan disiplin pengguna jalan hanya menggunakan sistem pelayanan terpadu, sehingga personil kepolisian tetap menunjukan sikap yang humanis kepada masyarakat," terangnya.

Kemudian adanya aplikasi E-dumas (Elektonik Pengaduan Masyarakat) yang membuka pintu bagi masyarakat untuk melaporkan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggota polri.

"Program 100 Hari Pertama Kapolri diimplementasikan dengan baik kepada masyarakat. Program Presisi yang dicanangkan diyakini membuat kepercayaan dan kepuasan publik meningkat," pungkasnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top