100 Hari Program Kapolri, BEM Nusantara: Wujud Polri Presisi Sudah Terlihat

loading...
100 Hari Program Kapolri, BEM Nusantara: Wujud Polri Presisi Sudah Terlihat
Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memimpin Kapolri selama 100 hari sejak 27 Januari dilantik. Sejumlah program 100 kerja Kapolri telah berjalan untuk mengubah Korps Bhayangkara menuju Polri yang Presisi. Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah memimpin Kapolri selama 100 hari sejak 27 Januari dilantik Presiden Joko Widodo. Sejumlah program 100 kerja Kapolri telah berjalan untuk mengubah Korps Bhayangkara menuju Polri yang Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara turut mengapresiasi kinerja dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ketua BEM Nusantara Dimas Prayoga menyebut kepemimpinan Kapolri telah terlihat denfan merubah Polri yang lebih transparan dan berkeadilan. Baca juga: Inspira Apresiasi Kinerja 100 Hari Kapolri Listyo Sigit

“Intergritas Kapolri sudah mulai terlihat pada saat fit and proper test, Pak Sigit berani membuat komitmen agar hukum tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, tetapi memastikan bahwa penindakan hukum memiliki spirit transparansi berkeadilan,” ujar Dimas dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/5/2021).

Menurut Dimas, Jenderal Sigit juga membuat terobosan yang maksimal dalam hal pelayanan publik lebih baik. Program yang mengedepankan digital lah yang membuat pelayanan publik menjadi lebih mudah diterima masyarakat.



“Pertama, adanya aplikasi E-dumas (Elektonik Pengaduan Masyarakat) yang membuka pintu bagi masyarakat untuk melaporkan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan anggota polri. Yang ke dua adanya aplikasi untuk memperpanjang SIM, ini sangat membantu dan sangat adaptif terhadap situasi sekarang yang masih dalam suasana pandemi Covid-19. Dan yang ketiga sudah berlakunya E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di beberapa provinsi, untuk meminimalisir pungli di jalan, dan menerapkan tilang secara online supaya transparan dan akuntabel,” jelasnya.

“Penguasaan teknologi menjadi poin plus di mata saya untuk Jendral Sigit. Hal ini sangat patut untuk kita apresiasi,” ujarnya. Baca juga: Bikin Terenyuh, Pemuda Ini Nyamar Jadi Pembeli Bensin Eceran saat Mudik Temui Ibunya

Lebih lanjut, Dimas mengungkap 100 hari program Kapolri diimplementasikan dengan baik kepada masyarakat. Program Presisi yanf dicanangkan nyatanya membuat kepercayaan publik terhadap masyarakat meningkat.

“Implementasi program Polri Presisi dalam 100 hari kerja, saya rasa sangat nyata dampaknya dirasakan oleh masyarakat, dan ini dapat kembali memupuk harapan dan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” tuturnya.

Namun, Dimas menyoroti hal-hal yang dianggap masih perlu diperbaiki dibawah arahan Jenderal Sigit. Salah satunya adalah masih adanya tindakan represif aparat dilapangan dalam beberapa aksi demonstrasi.

“Adapun hal yang masih harus dievaluasi oleh Kapolri hari ini adalah mengenai masih adanya tindakan-tindakan represifitas aparat kepolisian pada beberapa kali aksi demonstrasi yang dilakukan oleh Masyarakat maupun Mahasiswa seperti yang baru saja terjadi dalam kasus Wadas dan Aksi Demonstrasi yang terjadi pada saat Hari Buruh dan Hari Pendidikan kemarin,” tandasnya.
(poe)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top