Kualitas Pendidikan dan Masa Depan Bangsa

Selasa, 11 Mei 2021 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Kedua, meningkatnya angka putus sekolah. Meskipun hal ini bukan masalah baru dalam dunia pendidikan nasional, tetapi situasi pandemi Covid-19 seolah memperburuk situasi ini. Hal itu dikonfirmasi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI, 2021) yang mencatat adanya tren kenaikan angka putus sekolah di masa pandemi, baik dengan alasan menikah dini, terpaksa bekerja untuk meringankan beban ekonomi keluarga, hingga akibat proses belajar mengajar yang dirasa kurang optimal. Jika berkepanjangan, kondisi ini tentu mengancam masa depan generasi bangsa.

Ketiga, terbatasnya ruang sosialisasi dan interaksi sosial para siswa dan mahasiswa. Hal ini tentu berdampak, baik langsung maupun tidak langsung, terhadap proses perkembangan psikologi anak. Sebab, interaksi langsung antarsiswa di lingkungan sekolah menjadi media latihan yang efektif bagi para siswa untuk membentuk dan mematangkan karakter, integritas, membangun rasa empati dan solidaritas sosial dan juga menata kemampuan kepemimpinan para siswa. Kondisi ini patut kita cermati bersama karena proses pendidikan sejatinya tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan kognitif semata, tetapi juga harus mampu membangun mental, karakter, integritas, dan cara pandang para siswa dalam melihat dunia. Artinya, jika siswa kehilangan kesempatan untuk mengasah mental dan karakter mereka, maka proses pendidikan hanya akan menghasilkan produk generasi yang kosong dan hampa makna.

Tiga persoalan dasar pendidikan itu dikonfirmasi oleh banyak orang tua yang saya jumpai di berbagai kesempatan. Selama hampir 1,5 tahun terakhir, kita para orang tua juga ikut berjuang bersama untuk menjaga dan mempertahankan kualitas pendidikan kita. Hampir setiap hari kita ikut mendampingi, mencoba menjelaskan, atau bahkan harus ikut belajar ulang untuk mengingat-ingat sejumlah materi pelajaran lama yang sudah terpendam dalam memori para orang tua. Semua itu kita ikhtiarkan untuk mengawal kualitas pendidikan anak-anak kita.

Ke depan, tentu kita berharap situasi pandemi terus membaik, seiring dengan proses vaksinasi massal yang terus digalakkan pemerintah. Jika situasi pandemi membaik, maka opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bisa dipertimbangkan kembali. Namun, harus dengan tetap mempertimbangkan kesiapan sarana-prasarana kesehatan dan opsi kemampuan mitigasi risiko pandemi di lingkungan sekolah masing-masing.

Tentu kita harus belajar dari apa yang terjadi di Eropa (Jerman, Belanda), Amerika Latin (Chili dan Brasil) dan sejumlah negara Asia (India, Filipina, dan juga Malaysia), di mana telah muncul gelombang kedua atau bahkan gelombang ketiga (the second and third wave of pandemic Covid-19) yang mengganas di sana. Bahkan, belajar dari tragedi di India belakangan ini, tentu kita tidak ingin pembukaan sekolah justru berujung pada terciptanya kluster-kluster baru pandemi yang mengancam keselamatan para siswa di Tanah Air.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harkitnas 2026 Jadi...
Harkitnas 2026 Jadi Alarm Ancaman Generasi Muda, dari AI hingga Judi Online
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Dorong Pendidikan Bermutu,...
Dorong Pendidikan Bermutu, PKS Salurkan Bantuan dan Apresiasi Guru Inspiratif
Pendidikan di Antara...
Pendidikan di Antara Keinginan Pasar dan Janji Kesejahteraan
Kiamat Pemahaman Identik...
Kiamat Pemahaman Identik dengan Centrang Biru?
Taruna Nusantara Cimahi-Redea...
Taruna Nusantara Cimahi-Redea Institute Kerja Sama Peningkatan Kualitas Akademik
Ngkaji Pendidikan di...
Ngkaji Pendidikan di Jogja: Ketika Pendidikan Lupa Memahami Manusia
Azril Bocah Cemong yang...
Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Rekomendasi
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
Berita Terkini
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved