Pemda Diharapkan Karantina Pemudik Berhasil Lolos dari Penyekatan

loading...
Pemda Diharapkan Karantina Pemudik Berhasil Lolos dari Penyekatan
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan bagi pemudik yang lolos menjadi tugas pemerintah daerah untuk karantina. Foto/BNPB
JAKARTA - Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, bagi pemudik yang lolos pada titik pemantauan atau penyekatan, maka akan menjadi tugas pemerintah daerah (pemda) untuk karantina selama 5 hari.

Baca juga: Buat Jalur Penyekatan Mudik Tiap 3-5 Km, Polisi: Bukan Maksud Kami Menyiksa

"Memang kadang yang lebih sulit implementasi di lapangan nih. Kalau kita tahu masyarakat Indonesia namun cukup kreatif ya, dengan segala cara kita mencoba bisa mencuri-curi mudik dan lain sebagainya," ungkap Dewi dalam briefing Journalist secara virtual, Senin (10/5/2021).

Baca juga: Penyekatan Larangan Mudik di Tol Jawa dan Sumatera Ada 61 Titik



Dewi menegaskan pemerintah daerah harus mengambil langkah ketika ada pemudik yang lolos pulang kampung. "Beberapa pemerintah daerah juga mengambil langkah yaitu ketika memang perjalanan itu sudah terjadi, maka karantina yang akan lebih dikuatkan. Dan itu di mana kita mengharapkan fungsi atau peran dari PPKM mikro itu dapat berjalan," ujarnya.

Baca juga: Gagal Tembus Karawang, Ribuan Pemudik Motor Dipaksa Putar Balik ke Bekasi

"Sehingga ketika ada pemudik yang datang atau akhirnya mereka yang berhasil lolos dari titik-titik pemantauan atau penyekatan ini dapat dilakukan karantina minimal 5 hari untuk mereka yang melakukan mudik ke daerah mereka masing-masing," tambah Dewi.

Oleh karena itu, Dewi meminta kerja sama seluruh komponen daerah untuk melakukan karantina ketika ada pemudik yang lolos pulang kampung. "Ini kan butuh kerja sama dengan seluruh lurah, kepala Desa, RT/RW untuk sama-sama punya kesadaran ketika mereka tahu memang datang dilakukanlah karantina di sana," ungkapnya.

"Ini yang kita harapkan memang bisa berjalan bersama-sama. Sehingga segala cara juga kita upayakan. Intinya adalah usaha ini harus tetap kita lakukan. Kita sudah mencoba membuat dari mulai strategi kebijakan, implementasi di lapangan," tuturnya.

"Ini benar-benar sudah sampaikan butuh gotong-royong solidaritas kebersamaan ini bukan hanya tugas saya, bukan hanya tugas Anda, tapi tugas seluruh masyarakat Indonesia untuk sama-sama saling mengingatkan," papar Dewi.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top