PKS: Pilpres 2024 Rasa Resesi, Tak Ada Visi Misi yang Penting Gizi
Sabtu, 08 Mei 2021 - 21:37 WIB
loading...
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyatakan, Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 diprediksi masih terdampak oleh pandemi virus Corona. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kapan berakhirnya pandemi virus Corona (Covid-19) tidak ada yang tahu. Sedangkan pada 2024 mendatang, Indonesia bakal menghelat Pemilihan Presiden (Pilpres). Sedangkan dampak pandemi sampai saat ini sangat terasa di segala bidang.
Baca juga: Pilpres 2024, PAN Sebut Tiga Nama Ini Punya Kans Jadi Capres
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyatakan, Pilpres 2024 diprediksi masih terdampak pandemi. Menurutnya, jika India tengah mengalami gelombang kedua dari varian baru Corona, maka negara lain termasuk Indonesia dalam ancaman varian baru tersebut. Akibatnya, pandemi ini akan berdampak pada Pemilu 2024.
"Pilkada 2020 menjadi contoh bagaimana pertemuan tatap muka menjadi susah, transaksi keuangan menjadi tinggi karena transaksi gagasan menjadi kurang," kata Mardani dalam diskusi secara virtual bertajuk 'Capres 2024: Saling Intip Partai Politik' Sabtu (8/5/2021).
Baca juga: Sikapi Pilpres 2024, PAN Realistis dan Masih Memantau Perkembangan
"Ketika di kondisi biasa kita bisa meningkatkan kualitas pilpres pilkada dengan dialog langsung, sedangkan sekarang setiap partai politik harus betul2 memanfaatkan teknologi 3 kali karena penetrasinya tidak terhalang pandemi. jadi satu, ini pilpres rasa pandemi," tambahnya.
Baca juga: Pilpres 2024, PAN Sebut Tiga Nama Ini Punya Kans Jadi Capres
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyatakan, Pilpres 2024 diprediksi masih terdampak pandemi. Menurutnya, jika India tengah mengalami gelombang kedua dari varian baru Corona, maka negara lain termasuk Indonesia dalam ancaman varian baru tersebut. Akibatnya, pandemi ini akan berdampak pada Pemilu 2024.
"Pilkada 2020 menjadi contoh bagaimana pertemuan tatap muka menjadi susah, transaksi keuangan menjadi tinggi karena transaksi gagasan menjadi kurang," kata Mardani dalam diskusi secara virtual bertajuk 'Capres 2024: Saling Intip Partai Politik' Sabtu (8/5/2021).
Baca juga: Sikapi Pilpres 2024, PAN Realistis dan Masih Memantau Perkembangan
"Ketika di kondisi biasa kita bisa meningkatkan kualitas pilpres pilkada dengan dialog langsung, sedangkan sekarang setiap partai politik harus betul2 memanfaatkan teknologi 3 kali karena penetrasinya tidak terhalang pandemi. jadi satu, ini pilpres rasa pandemi," tambahnya.
Lihat Juga :