Jokowi Dinilai Mampu Antisipasi Corona di Tengah Polemik yang Ada
Selasa, 04 Mei 2021 - 20:04 WIB
loading...
Presiden Jokowi memberikan perlindungan hukum melalui UU Nomor 2/2020. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik dan pegiat media dan media sosial Ninoy Karundeng menilai, Indonesia adalah salah satu negara besar terbaik dalam mengatasi pandemi virus Corona (Covid-19). Keseimbangan antara kepentingan ekonomi, artinya rakyat harus makan, dengan kepentingan kesehatan, artinya pembatasan aktivitas masyarakat, dilakukan secara tepat.
Baca juga: Duh! Corona Bikin RI Jatuh Jadi Negara Kelas Menengah Bawah
"Sejak awal untuk mencegah penyebaran Covid-19, urusan politik menjadi tantangan yang luar biasa. Presiden Jokowi menjadi target untuk dijatuhkan. Pada awal pandemi, pro-kontra soal lock-down dan PSBB menjadi polemik," kata Ninoy Karundeng, Selasa (4/5/2021).
Jokowi, lanjut Ninoy Karundeng, dengan tegas menolak memberlakukan lock-down. Lock-down membuat konsekuensi seluruh rakyat dilarang melakukan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Jokowi menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang memiliki dasar hukum kekarantinaan kesehatan.
Baca juga: Ekonomi China Melesat di Tengah Corona, Ini Dia Rahasianya
Untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat, Jokowi memberikan bantuan sosial. Aneka Bantuan Presiden seperti sembako dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan ekonomi tetap berlangsung dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Hasilnya, ekonomi Indonesia tidak mengalami kehancuran.
Persediaan vaksin dan gerakan pemberian vaksin Covid-19 berlangsung lancar. Karena Jokowi jauh-jauh hari telah memborong vaksin dari berbagai negara. Persediaan vaksin memadai.
Baca juga: Update Corona 3 Mei 2021: 1.682.004 Positif, 1.535.491 Sembuh, 45.949 Meninggal
Baca juga: Duh! Corona Bikin RI Jatuh Jadi Negara Kelas Menengah Bawah
"Sejak awal untuk mencegah penyebaran Covid-19, urusan politik menjadi tantangan yang luar biasa. Presiden Jokowi menjadi target untuk dijatuhkan. Pada awal pandemi, pro-kontra soal lock-down dan PSBB menjadi polemik," kata Ninoy Karundeng, Selasa (4/5/2021).
Jokowi, lanjut Ninoy Karundeng, dengan tegas menolak memberlakukan lock-down. Lock-down membuat konsekuensi seluruh rakyat dilarang melakukan aktivitas, termasuk aktivitas ekonomi. Jokowi menerapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) yang memiliki dasar hukum kekarantinaan kesehatan.
Baca juga: Ekonomi China Melesat di Tengah Corona, Ini Dia Rahasianya
Untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat, Jokowi memberikan bantuan sosial. Aneka Bantuan Presiden seperti sembako dibagikan kepada masyarakat. Kegiatan ekonomi tetap berlangsung dengan menerapkan Protokol Kesehatan. Hasilnya, ekonomi Indonesia tidak mengalami kehancuran.
Persediaan vaksin dan gerakan pemberian vaksin Covid-19 berlangsung lancar. Karena Jokowi jauh-jauh hari telah memborong vaksin dari berbagai negara. Persediaan vaksin memadai.
Baca juga: Update Corona 3 Mei 2021: 1.682.004 Positif, 1.535.491 Sembuh, 45.949 Meninggal
Lihat Juga :