Cegah Kerumunan di Pasar dan Mal, Kemkominfo Dorong Masyarakat Belanja Online

loading...
Cegah Kerumunan di Pasar dan Mal, Kemkominfo Dorong Masyarakat Belanja Online
Untuk menghindari kerumunan saat berbelanja, Kemkominfo mengimbau masyarakat berbelanja secara online. Foto/dok.SINDOnews
JAKARTA - Peristiwa kerumunan warga yang dianggap mengabaikan protokol kesehatan ketika berbelanja di Pasar Tanah Abang menjadi pelajaran agar hal serupa tidak terjadi di tempat lain. Sangat mungkin kerumunan masyarakat yang berbelanja banyak terjadi di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan. Terlebih, Tunjangan Hari Raya (THR) sudah mulai dicairkan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Politik, Hukum dan Keamanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemkominfo ), Bambang Gunawan mengaku khawatir dengan terjadinya kerumunan di Pasar Tanah Abang dan di berbagai tempat lainnya tersebut. Meskipun di sisi lain, pemerintah juga tengah menggenjot pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan meningkatkan konsumsi masyarakat.

Baca juga: Kerumunan di Pasar Tanah Abang, Pras: Satgas Covid DKI ke Mana?

Kendati demikian, agar konsumsi masyarakat tetap tinggi tanpa harus berkerumun, di tengah situasi penularan pandemi Covid-19 yang masih tinggi ini, ia mengimbau masyarakat untuk berbelanja di marketplace.

“Kita mengharapkan warga untuk bijak. Meskipun THR sudah cair dan berbelanja jelang lebaran adalah tradisi tiap tahun. Namun penularan Covid-19 juga masih mengkhawatirkan. Solusinya, tidak usah ke pasar, cukup berbelanja menggunakan teknologi saja, semua sudah tersedia sekarang di marketplace,” ujar Gunawan, Selasa (4/5/2021).



Baca juga: Belanja Online Nanjak Saat Pandemi, Permintaan Jasa Logistik Meroket 30%

Gunawan juga mengingatkan, bahwa penularan Covid-19 yang masif terjadi di India apabila warga tetap berkerumun di pusat-pusat perbelanjaan, tanpa menjalankan prokes yang ketat. Kebijakan larangan mudik dari pemerintah, kata dia, sebaiknya juga dipatuhi masyarakat dengan tidak berbondong-bondong ke pusat-pusat perbelanjaan.

“Meskipun dilarang mudik, bukan berarti dilampiaskan dengan ramai-ramai datang ke pasar. Justru itu sama berbahayanya. Sebaiknya kita bijak, memilih diam di rumah, menghabiskan THR bisa dengan belanja daring, tanpa harus berdesak-desakan di pasar,” tandas Gunawan.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top