Jokowi Ingin Pelayanan Kesehatan Menggunakan Kecerdasan Buatan
Selasa, 04 Mei 2021 - 12:04 WIB
loading...
Presiden Jokowi menginginkan pelayanan kesehatan menggunakan kecerdasan buatan. foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) digunakan di segala lini kehidupan. Misalnya saja di sektor kesehatan, keuangan, bisnis, layanan masyarakat, pendidikan, dan lainnya.
Jokowi ingin jajarannya mengantisipasi penggunaan teknologi mutakhir pada sektor kesehatan di tengah pandemi Corona. Menurut dia, konsep healthtech akan semakin berkembang ke depannya. Tak hanya itu, Jokowi juga ingin pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mendiagnosis, pengobatan hingga operasi. "Kita juga harus mengantisipasi teknologi di dunia kesehatan, ini juga hati-hati di dunia kesehatan, healthtech, akan berkembang dengan pesatnya lebih dari sekadar pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh," kata Jokowi saat membuka Musrenbangnas 2021 Kementerian Bappenas, Selasa (4/5/2021).
"Tapi juga pemanfaatan Artificial Intelligence untuk diagnosis, untuk pelaksaanaan pengobatan, untuk precision medicine, hingga tindakan operasi jarak jauh, segera ini dilakukan dimanapun," tambah dia. Baca juga: Jokowi: Penggunaan Iptek dan Dukungan Negara Lain Penting untuk Atasi Covid-19
Jokowi mengingatkan perencanaan pembangunan harus memerhatikan penggunaan Iptek, kecepatan, ketepatan dan efisiensi. Menurut dia itu merupakan hal penting agar Indonesia bisa bersaing dalam ranah global. Jokowi juga ingin Indonesia memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi. Baca juga: Kemenkes Sebut B1617 Ditemukan di Warga Negara India dan WNI
"Menghadapi kompetisi dunia yang makin ketat, maka kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk kita bisa bersaing. Para perencana harus mempertimbangkan betul-betul perkembangan Iptek. Harus itu. Dan kita juga harus jadi bagian produsen teknologi itu sendiri. Kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi," tuturnya.
Jokowi ingin jajarannya mengantisipasi penggunaan teknologi mutakhir pada sektor kesehatan di tengah pandemi Corona. Menurut dia, konsep healthtech akan semakin berkembang ke depannya. Tak hanya itu, Jokowi juga ingin pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk mendiagnosis, pengobatan hingga operasi. "Kita juga harus mengantisipasi teknologi di dunia kesehatan, ini juga hati-hati di dunia kesehatan, healthtech, akan berkembang dengan pesatnya lebih dari sekadar pemeriksaan atau konsultasi medis jarak jauh," kata Jokowi saat membuka Musrenbangnas 2021 Kementerian Bappenas, Selasa (4/5/2021).
"Tapi juga pemanfaatan Artificial Intelligence untuk diagnosis, untuk pelaksaanaan pengobatan, untuk precision medicine, hingga tindakan operasi jarak jauh, segera ini dilakukan dimanapun," tambah dia. Baca juga: Jokowi: Penggunaan Iptek dan Dukungan Negara Lain Penting untuk Atasi Covid-19
Jokowi mengingatkan perencanaan pembangunan harus memerhatikan penggunaan Iptek, kecepatan, ketepatan dan efisiensi. Menurut dia itu merupakan hal penting agar Indonesia bisa bersaing dalam ranah global. Jokowi juga ingin Indonesia memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi. Baca juga: Kemenkes Sebut B1617 Ditemukan di Warga Negara India dan WNI
"Menghadapi kompetisi dunia yang makin ketat, maka kecepatan, ketepatan, dan efisiensi adalah fondasi penting untuk kita bisa bersaing. Para perencana harus mempertimbangkan betul-betul perkembangan Iptek. Harus itu. Dan kita juga harus jadi bagian produsen teknologi itu sendiri. Kita harus memperoleh manfaat maksimal dari perkembangan teknologi," tuturnya.
Lihat Juga :