KPK Dorong Data Tunggal Masyarakat Kurang Mampu

Jum'at, 30 April 2021 - 17:14 WIB
loading...
KPK Dorong Data Tunggal...
Penyaluran bansos kepada warga terdampak Covid-19. Foto/Dok SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mendorong Kementerian Sosial (Kemensos) agar data masyarakat kurang mampu disatukan sehingga menjadi acuan dalam penyaluran bantuan sosial.

"KPK selalu mendorong agar data masyarakat yang kurang mampu ditunggalkan. Jadi jangan ada data lain selain DTKS yang menjadi acuan ketika dalam penyaluran untuk bansos," kata Alex dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/4/2021).

Alex menyebut bahwa jika data masyarakat kurang mampu didapati ganda, kemungkinan penerimaan bansosnya akan lebih dari satu kali. Bahkan dengan data ganda bisa menimbulkan potensi kecurangan.

Baca juga: Bansos Tunai Rp300 Ribu Disetop, KPM: Uang Segini Bagi Kita Sangat Berarti

"Akan ada kemungkinan kalau ada data ganda penerimaan juga mungkin ganda Syukur-syukur nyampe kepada yang penerima, tetapi kalau datanya ganda yang satu kemudian disalahgunakan itu yang menjadi potensi terjadinya kecurangan," jelasnya.

Selain itu, jika Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sudah dibereskan dan menjadi tunggal maka bantuan yang disalurkan akan akurat dan tepat sasaran. "Datanya lebih akurat, dan penyaluran bantuan sosial juga lebih akurat dan apalagi kalau nanti juga tersistem terkait dengan bantuan bersifat tunai kemudian langsung ditransfer Dan sangat mengurangi terjadinya penyimpangan atau salah sasaran terkait penyaluran bansos," ungkapnya.

Diketahui, Kementerian Sosial mencoret 21 juta data ganda penerima bantuan sosial (bansos) yang selama ini tercantum dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Langkah ini diambil Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini untuk meningkatkan integritas data.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kenakan Rompi Tahanan,...
Kenakan Rompi Tahanan, Bupati Muara Enim Edison Resmi Ditahan KPK
KPK Bergerak! Usai OTT...
KPK Bergerak! Usai OTT Bupati Muara Enim, Sejumlah Ruangan Penting Disegel
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Rekomendasi
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Kendaraan Listrik Siap...
Kendaraan Listrik Siap Menjadi Sumber Energi Baru bagi Amerika Serikat
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved