Pascapenembakan Kabinda oleh KKB, Polri Klaim Situasi di Papua Kondusif

Senin, 26 April 2021 - 20:38 WIB
loading...
Pascapenembakan Kabinda...
Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, pascapenembakan Kabinda oleh KKB situasi di Papua kondusif. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pascapenembakan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha pada Minggu (25/4/2021), Mabes Polri tidak melakukan penambahan kekuatan ke wilayah Papua.

"Tidak (penambahan), karena di sana selain kegiatan-kegiatan maupun operasi yang dilakukan oleh Polda Papua khusus Polri, Polri juga menggelar Operasi Nemangkawi 2021," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigadir Jenderal Rusdi Hartono di Mabes Polri, Senin (26/4/2021). Baca juga: Kabinda Papua Gugur, Ketua MPR Minta TNI-Polri Turunkan Kekuatan Penuh Tumpas KKB

Dia menjelaskan bahwa kini pihaknya masih berfokus dalam melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang terlibat dalam beberapa aksi serangan belakangan ini. Rusdi memastikan bahwa situasi keamanan di wilayah Papua sudah dapat diatasi dan kondusif. "Tentunya itu menjadi hal yang akan diperhatikan oleh aparat keamanan di sana, setelah banyak korban beberapa hari ke belakang ini," tambahnya. Baca juga: Jenderal TNI Gugur Ditembak KKB, Moeldoko: Operasi di Papua Perlu Dievaluasi

Sebelumnya, Kabinda Papua Mayjen TNI Anumerta I Gusti Putu Danny Karya Nugraha gugur saat bertugas, ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Danny gugur ditembak saat mengunjungi lokasi pembakaran bangunan SD dan rumah penduduk di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Minggu (25/4/2021).

"Kontak tembak tersebut terjadi akibat kelompok separatis dan teroris (KST) Papua melakukan pengadangan dan penyerangan terhadap rombongan Kabinda," kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto, Senin (26/4/2021).
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pengamat Militer: Pembangunan,...
Pengamat Militer: Pembangunan, Keamanan, dan Keadilan Sosial Kunci Atasi Konflik Papua
Kapolri Pimpin Pelantikan...
Kapolri Pimpin Pelantikan Pejabat Utama Mabes Polri dan Kapolda, Ini Daftar Lengkapnya
Lumpuhkan 10 OPM dan...
Lumpuhkan 10 OPM dan Rebut 56 Markas, Satgas Marinir Dapat Kenaikan Pangkat Luar Biasa dari KSAL
1 Mei, Papua, dan Janji...
1 Mei, Papua, dan Janji yang Belum Selesai
Cegah Eskalasi Kekerasan,...
Cegah Eskalasi Kekerasan, Pemerintah Diminta Buat Resolusi Konflik Papua
Seruan Papua Connection:...
Seruan Papua Connection: Lindungi Guru dan Nakes, Hentikan Kekerasan di Tanah Papua
Ketua Komisi I DPRK...
Ketua Komisi I DPRK Mimika: Perlindungan Warga Sipil Papua Butuh Kolaborasi
7 Tahun Warga Mengungsi,...
7 Tahun Warga Mengungsi, Leri Gwijangge Desak Pemerintah Akhiri Krisis Kemanusiaan di Nduga
Perlindungan Warga Sipil...
Perlindungan Warga Sipil Jadi Kunci Keberlanjutan Pembangunan Papua
Rekomendasi
Inggris Juara Grup L,...
Inggris Juara Grup L, Kroasia Susah Payah Kalahkan Ghana
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Berita Terkini
29 Brigjen Pol Dimutasi...
29 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
Jokowi Pakai Baju Berlogo...
Jokowi Pakai Baju Berlogo PSI: Artinya Tahu Sendiri
Bangun Integrasi Hukum...
Bangun Integrasi Hukum dan Seni Lewat Pustaka Nada
Kemhan Beberkan Materi...
Kemhan Beberkan Materi Latihan Fisik Calon Manajer Kopdes: Baris-berbaris hingga Hormat Militer
Boni Hargens: Peningkatan...
Boni Hargens: Peningkatan Kepercayaan Publik kepada Polri Perkuat Stabilitas Demokrasi
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved