Permabudhi: Pancasila Harta yang Paling Berharga Milik Indonesia
Senin, 26 April 2021 - 21:36 WIB
loading...
Permabudhi: Pancasila Harta yang Paling Berharga Milik Indonesia
A
A
A
Ketua Umum Perhimpunan Umat Budha (Permabudhi) Arief Harsono mengungkapkan Pancasila merupakan harta paling berharga yang dimiliki Bangsa Indonesia dan harus dipertahankan.
"Pancasila harus dipertahankan sekuat-kuatnya dan seberat apapun. Jangan sampai dikoyak oleh siapapun, karena apabila harta ini berhasil dikoyak, maka kita akan kehilangan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh negera ini, dan kita tidak akan sanggup untuk memulihkannya kembali," tegas Arief dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan antara BPIP Dengan Permabudhi di Surabaya (25/4/2021).
Arief pun berharap agar Pancasila dapat dimasukkan dalam pelajaran sekolah. "Kami juga berharap agar Pancasila dimasukan dalam materi dan Kurikulum mulai jenjang Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi," kata Arief.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Dewan Pengawas Permabudhi, juga Anggota Dewan Pengarah BPIP Sudhamek, serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi.
Sudhamek mendorong agar Permabudhi dan BPIP ke depan bisa bersinergi dalam pembumian Pancaila dalam tindakan. Hal tersebut diamini oleh Wisnu Bawa Tenaya. Ia menambahkan kegiatan spiritual lintas agama seperti sekarang diperlukan sebagai refleksi atas pikiran, ucapan, tindakan kita semua.
"Pancasila harus dipertahankan sekuat-kuatnya dan seberat apapun. Jangan sampai dikoyak oleh siapapun, karena apabila harta ini berhasil dikoyak, maka kita akan kehilangan seluruh kekayaan yang dimiliki oleh negera ini, dan kita tidak akan sanggup untuk memulihkannya kembali," tegas Arief dalam kegiatan Silaturahmi Ramadan antara BPIP Dengan Permabudhi di Surabaya (25/4/2021).
Arief pun berharap agar Pancasila dapat dimasukkan dalam pelajaran sekolah. "Kami juga berharap agar Pancasila dimasukan dalam materi dan Kurikulum mulai jenjang Pendidikan Dasar hingga Pendidikan Tinggi," kata Arief.
Dalam kesempatan itu, hadir pula Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Wisnu Bawa Tenaya, Ketua Dewan Pengawas Permabudhi, juga Anggota Dewan Pengarah BPIP Sudhamek, serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi.
Sudhamek mendorong agar Permabudhi dan BPIP ke depan bisa bersinergi dalam pembumian Pancaila dalam tindakan. Hal tersebut diamini oleh Wisnu Bawa Tenaya. Ia menambahkan kegiatan spiritual lintas agama seperti sekarang diperlukan sebagai refleksi atas pikiran, ucapan, tindakan kita semua.
Lihat Juga :