Kabinda Gugur, DPR Ingatkan Situasi di Papua Jangan Dianggap Biasa-biasa
Senin, 26 April 2021 - 13:29 WIB
loading...
Anggota Komisi I DPR, Christina Aryani menyampaikan turut berduka cita atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR RI, Christina Aryani menyampaikan turut berduka cita atas gugurnya Kepala BIN Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha akibat ditembak oleh KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Kabinda I Gusti Putu gugur saat bertugas.
Baca juga: Kabinda I Gusti Putu Danny Gugur, DPR Minta Pemerintah Tegas Berantas KKB
"Simpati mendalam juga kami sampaikan pada keluarga besar TNI Angkatan Darat dan terkhusus kepada Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepada keluarga almarhum yang kehilangan orang yang dicintai. Tentunya atas jasa-jasa beliau, bentuk penghormatan maupun penghargaan layak diberikan oleh negara," ujar Christina kepada wartawan, Senin (26/4/2021).
Baca juga: Kabinda Papua I Gusti Putu Danny Gugur, Jubir Istana Bilang Begini
Menurutnya, kasus ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah bahwa situasi di Papua beberapa hari belakangan tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Eskalasi kekerasan yang makin meningkat dengan jatuhnya korban masyarakat sipil maupun aparat dan pejabat harus menjadi alarm serius untuk memberi tanggapan dan intervensi yang terukur.
Baca juga: Kabinda I Gusti Putu Danny Gugur, DPR Minta Pemerintah Tegas Berantas KKB
"Simpati mendalam juga kami sampaikan pada keluarga besar TNI Angkatan Darat dan terkhusus kepada Badan Intelijen Negara (BIN) serta kepada keluarga almarhum yang kehilangan orang yang dicintai. Tentunya atas jasa-jasa beliau, bentuk penghormatan maupun penghargaan layak diberikan oleh negara," ujar Christina kepada wartawan, Senin (26/4/2021).
Baca juga: Kabinda Papua I Gusti Putu Danny Gugur, Jubir Istana Bilang Begini
Menurutnya, kasus ini menjadi peringatan serius bagi Pemerintah bahwa situasi di Papua beberapa hari belakangan tidak bisa dianggap biasa-biasa saja. Eskalasi kekerasan yang makin meningkat dengan jatuhnya korban masyarakat sipil maupun aparat dan pejabat harus menjadi alarm serius untuk memberi tanggapan dan intervensi yang terukur.
Lihat Juga :