Oknum Penyidik Polres Tanjung Pinang Dilaporkan ke Propam Polri
Jum'at, 23 April 2021 - 04:20 WIB
loading...
Nguan Seng alias Henky (82) melalui tim kuasa hukum melaporkan oknum di Polres Tanjung Pinang, Kepri ke Divisi Propam Mabes Polri. Foto: Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Nguan Seng alias Henky (82) melalui tim kuasa hukum melaporkan oknum di Polres Tanjung Pinang, Kepri ke Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Propam Polri), Kamis 22 April 2021. Pelaporan ini terkait dugaan kriminaliasi dan penyalahgunaan kewenangan.
"Kami datang ke Propam Polri untuk mengadukan dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum Polres Tanjung Pinang," kata Herdika Sukma Negara, kuasa hukum Henky di Propam Mabes Polri.
Menurut dia, klien pada tanggal 19 dan 21 April 2021 dijemput paksa dengan alasan akan ada pelimpahan tahap dua. Baca juga: Propam Polri Bikin Aplikasi Pelaporan, Sahroni: Transparansi Jadi Kunci Perbaikan
Namun upaya penjemputan tanggal 19 April tak terealisasi lantaran Henky sakit. "Tanggal 21 April, penyidik kembali menjemput paksa klien kami dengan alasan yang sama. Klien kami menolak tapi dipaksa sampai dibawa menggunakan kursi roda, bahasa kami digendong, dijemput seperti ini kemudian dibawa ke kejaksaan," ujar Herdika.
Tim kuasa hukum menyayangkan upaya paksa tersebut. Mengingat kliennya yang sakit dan sudah lanjut usia ini kooperatif dan tak mungkin melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.
"Kami datang ke Propam Polri untuk mengadukan dugaan kesewenang-wenangan yang dilakukan oknum Polres Tanjung Pinang," kata Herdika Sukma Negara, kuasa hukum Henky di Propam Mabes Polri.
Menurut dia, klien pada tanggal 19 dan 21 April 2021 dijemput paksa dengan alasan akan ada pelimpahan tahap dua. Baca juga: Propam Polri Bikin Aplikasi Pelaporan, Sahroni: Transparansi Jadi Kunci Perbaikan
Namun upaya penjemputan tanggal 19 April tak terealisasi lantaran Henky sakit. "Tanggal 21 April, penyidik kembali menjemput paksa klien kami dengan alasan yang sama. Klien kami menolak tapi dipaksa sampai dibawa menggunakan kursi roda, bahasa kami digendong, dijemput seperti ini kemudian dibawa ke kejaksaan," ujar Herdika.
Tim kuasa hukum menyayangkan upaya paksa tersebut. Mengingat kliennya yang sakit dan sudah lanjut usia ini kooperatif dan tak mungkin melarikan diri serta menghilangkan barang bukti.
Lihat Juga :