Ekonomi Syariah Masih Lamban

Jum'at, 23 April 2021 - 05:10 WIB
loading...
A A A
Lalu, di mana posisi Indonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi besar mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah ke depan? Mengutip data yang dibeberkan pihak MES, ekonomi syariah Indonesia bertengger di level empat di bawah Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UAE). Adapun posisi Indonesia di kancah pasar keuangan syariah menempati urutan keenam setelah Malaysia, Arab Saudi, UEA, Yordania, dan Bahrain. Walau masih tertinggal, Erick sangat optimistis keuangan syariah bakal berkembang lebih cepat menyusul terbentuknya Bank Syariah Indonesia (BSI)--hasil merger bank syariah milik pemerintah. BSI diharapkan menjadi pemain utama perbankan syariah domestik dan masuk menjadi 10 bank syariah terbesar di dunia.

Sebaliknya, menyangkut ekonomi syariah, dalam hal ini produk halal Indonesia, belum bisa berbicara banyak. Bahkan, kalah dari sejumlah negara, sebut saja di antaranya Brasil dan Australia. Pemerintah mengakui potensi ekonomi syariah belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Indonesia yang berpenduduk 78% beragama Islam hanya menjadi pasar empuk dari negara yang justru berpenduduk mayoritas nonmuslim. Adapun negara produsen produk halal berdasarkan data dari State of the Global Islamic Economy (SGIE) yang dipublikasi 2019 lalu, terbesar dari Amerika Serikat (AS), disusul India, lalu Brasil, Prancis, dan Rusia. Kelima negara tersebut menguasai sekitar USD255 miliar transaksi perdagangan dunia melalui produk halal.

Atas nama pengembangan ekonomi syariah, Bank Indonesia (BI) telah melirik pesantren sebagai motor pertumbuhan ke depan. Pihak BI berencana membentuk holding Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren). Bank sentral menilai potensi ekonomi syariah di pesantren sangat besar. Hal itu dapat dilihat dari jumlah pesantren yang mencapai 27.772 dengan 5 juta santri. Dengan potensi besar itu pesantren bisa menjadi pemain kunci dalam ekonomi syariah. Hanya saja selama ini potensi tersebut belum dimaksimalkan. Pihak BI optimistis melalui holding Hebitren dapat membuka akses pembiayaan para pelaku usaha pesantren yang bergerak di industri halal.

Memang harus diakui dalam berbagai hal, Indonesia selalu terlambat bergerak. Tidak hanya pada ekonomi dan keuangan syariah. Mungkin terhipnotis oleh kata-kata “potensi besar”. Padahal, potensi yang besar tidak akan memberi manfaat tanpa aksi nyata.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Refleksi Muharram: Membangun...
Refleksi Muharram: Membangun Ekonomi Syariah Indonesia
379 Penyandang Disabilitas...
379 Penyandang Disabilitas Mendapatkan Kemudahan Mudik Lebaran
BSI Serahkan Zakat Rp787,5...
BSI Serahkan Zakat Rp787,5 Miliar dalam Empat Tahun
Kolaborasi dengan Forum...
Kolaborasi dengan Forum Pemred Charity, BSI Apresiasi Insan Media
Wartawan, Profesi yang...
Wartawan, Profesi yang Paling Dimuliakan dalam Al-Qur'an
BPKH Bersama BPS-BPIH...
BPKH Bersama BPS-BPIH Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Haji Indonesia
BRI Gandeng Syailendra...
BRI Gandeng Syailendra Capital Hadirkan Investasi Syariah melalui Super App BRImo
Ambil Peluang Investasi...
Ambil Peluang Investasi Syariah di Booth MNC Sekuritas dalam Sharia Investment Week 2026
Mengenal Konsep Pemerataan...
Mengenal Konsep 'Pemerataan' Ekonomi dalam Islam
Rekomendasi
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Premier Padel Italia...
Premier Padel Italia 2026 Masuk Babak Penentuan, Nonton Perempat Final hingga Final di VISION+
Berita Terkini
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Sony Sonjaya Siap Jadi...
Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Bakal Ungkap Orang Besar yang Jadi Dalang
Pengadilan Tinggi Singapura...
Pengadilan Tinggi Singapura Tolak Gugatan Paulus Tanos, Menkum Koordinasi KPK dan Polri
Eks Wakil Kepala BGN...
Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya Masih Syok setelah Jadi Tersangka Korupsi
Bahas RUU Polri, Habiburokhman...
Bahas RUU Polri, Habiburokhman Soroti Polisi Aktif di Ormas
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved