Jokowi Perlu Perhatikan 4 Hal Ini Terkait Reshuffle Kabinet Jilid II
Rabu, 21 April 2021 - 06:06 WIB
loading...
Reshuffle Kabinet Jilid II di periode kedua kepemimpinan Presiden Jokowi sudah ramai jadi topik perbincangan. Sejumlah nama pun mulai bermunculan kepermukaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Reshuffle Kabinet Jilid II di periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) sudah ramai jadi topik perbincangan. Sejumlah nama pun mulai bermunculan kepermukaan.
Terkait hal itu, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow mengatakan setidaknya ada empat hal penting yang harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi dalam menentukan siapa figur yang pas untuk mengisi jajaran kabinet baru. Baca juga: Nadiem Makarim Unggah Foto Bareng Megawati, Warganet: Dijamin Lolos dari Reshuffle
Pertama, soal penambahan kementerian baru. Untuk dua kementerian baru ini, banyak nama sudah disebut. Jeirry mengatakan penggabungan Kementerian Ristek ke Kementerian Pendidikan membuat posisi Nadiem Makarim menjadi rawan diganti.
"Hal ini wajar saja mengingat kompetensi Nadiem Makarim untuk riset tak kuat. Nama seperti Prof Jimly Asshiddiqie saya anggap layak duduk di posisi itu," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/4/2021).
Untuk Kementerian Investasi, Jeirry menilai Maruarar Sirait layak dipertimbangkan menduduki posisi itu. "Latar belakang pengusaha, track record politik yang relatif bersih, pengalaman di DPR selama dua periode, serta jaringan bisnis yang dimiliki, merupakan politisi dari parpol besar pendukung Presiden Jokowi, saya kira cukup untuk menjadi alasan bagi Presiden Jokowi memilih yang bersangkutan," jelasnya.
Terkait hal itu, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (Tepi Indonesia), Jeirry Sumampow mengatakan setidaknya ada empat hal penting yang harus diperhatikan oleh Presiden Jokowi dalam menentukan siapa figur yang pas untuk mengisi jajaran kabinet baru. Baca juga: Nadiem Makarim Unggah Foto Bareng Megawati, Warganet: Dijamin Lolos dari Reshuffle
Pertama, soal penambahan kementerian baru. Untuk dua kementerian baru ini, banyak nama sudah disebut. Jeirry mengatakan penggabungan Kementerian Ristek ke Kementerian Pendidikan membuat posisi Nadiem Makarim menjadi rawan diganti.
"Hal ini wajar saja mengingat kompetensi Nadiem Makarim untuk riset tak kuat. Nama seperti Prof Jimly Asshiddiqie saya anggap layak duduk di posisi itu," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (20/4/2021).
Untuk Kementerian Investasi, Jeirry menilai Maruarar Sirait layak dipertimbangkan menduduki posisi itu. "Latar belakang pengusaha, track record politik yang relatif bersih, pengalaman di DPR selama dua periode, serta jaringan bisnis yang dimiliki, merupakan politisi dari parpol besar pendukung Presiden Jokowi, saya kira cukup untuk menjadi alasan bagi Presiden Jokowi memilih yang bersangkutan," jelasnya.