Islamophobia Dapat Dicegah, Begini Caranya
Selasa, 20 April 2021 - 21:31 WIB
loading...
ebtalks Edisi Ramadhan Vol.2 Mengapa Islamphobia Meningkat (Catatan Dari Amerika Serikat), Selasa, (20/04/2021). Foto/Widya Michella/MPI
A
A
A
JAKARTA - Fenomena Islamphobia dapat terjadi apabila ketakutan akan realita umat yang jauh dari nilai-nilai Islam. Hal ini dibahas dalam Webtalks Edisi Ramadhan Vol.2 "Mengapa Islamphobia Meningkat (Catatan Dari Amerika Serikat), Selasa, (20/04/2021).
Baca juga: Islam di Indonesia Tengah Dilemahkan, Diimbau Jaga Persatuan dan Kebersamaan
Presiden Nusantara Foundation, Muhammad Shamsi Ali, menuturkan Islam semakin termajinalkan karena adanya ketidakkompakan, ketidaksiplinan, ketidakrukunan sesama umat islam. Hal ini dapat memicu ketakutan masyarakat AS terhadap Islam.
"Hampir Islam tertutupi oleh realitas masyarakat Islam," kata Shamsi. Baca juga: Pastikan WNI, Polri Tegaskan Jozeph Paul Zhang Wajib Ikuti Hukum Indonesia
Dia menambahkan, ada bebeberapa hal, visi dan pemahaman keagamaan terhadap Islam. Dan memunculkan konsep-konsep keislaman dengan motto "mati di jalan Allah".
Menurutnya, motto tersebut dapat diganti dengan "hidup di jalan Allah' yang merupakan cita-cita tertinggi umat muslim. Baca juga: Dukung Pernyataan Jokowi, IAP: Indonesia Butuh Ahli Perencana Inovatif
"Kalaupun kita tekankan mati di jalan Allah maka banyak mati instan. Oleh karena itu, kita harus melakukan perbaikan internal dan bisa kita lakukan sampai internasional," jelas Shamsi.
Terakhir ia berharap dapat meningkatkan kejujuran dan Integritas sesama umat muslim. "Islam itu kebersamaan dan persaudaraan, sehingga dapat dilakukan perubahan realitas umat Islam secara kompleks," tutup Shamsi Ali.
Baca juga: Islam di Indonesia Tengah Dilemahkan, Diimbau Jaga Persatuan dan Kebersamaan
Presiden Nusantara Foundation, Muhammad Shamsi Ali, menuturkan Islam semakin termajinalkan karena adanya ketidakkompakan, ketidaksiplinan, ketidakrukunan sesama umat islam. Hal ini dapat memicu ketakutan masyarakat AS terhadap Islam.
"Hampir Islam tertutupi oleh realitas masyarakat Islam," kata Shamsi. Baca juga: Pastikan WNI, Polri Tegaskan Jozeph Paul Zhang Wajib Ikuti Hukum Indonesia
Dia menambahkan, ada bebeberapa hal, visi dan pemahaman keagamaan terhadap Islam. Dan memunculkan konsep-konsep keislaman dengan motto "mati di jalan Allah".
Menurutnya, motto tersebut dapat diganti dengan "hidup di jalan Allah' yang merupakan cita-cita tertinggi umat muslim. Baca juga: Dukung Pernyataan Jokowi, IAP: Indonesia Butuh Ahli Perencana Inovatif
"Kalaupun kita tekankan mati di jalan Allah maka banyak mati instan. Oleh karena itu, kita harus melakukan perbaikan internal dan bisa kita lakukan sampai internasional," jelas Shamsi.
Terakhir ia berharap dapat meningkatkan kejujuran dan Integritas sesama umat muslim. "Islam itu kebersamaan dan persaudaraan, sehingga dapat dilakukan perubahan realitas umat Islam secara kompleks," tutup Shamsi Ali.
(maf)
Lihat Juga :