Wapres: Islam Diperkirakan Jadi Agama dengan Pemeluk Terbanyak di Dunia pada 2050
Sabtu, 12 Agustus 2023 - 10:32 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin ketika meresmikan Masjid KH Hasyim Asyari Ma’had Bahrul Huda, Tuban, Jawa Timur, dikutip Jumat (11/8/2023). FOTO/DOK.SETWAPRES
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma'ruf Amin mengungkapkan data bahwa Islam diperkirakan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di dunia pada 2050. Saat ini populasi muslim global telah mencapai 2 miliar jiwa, dan 230 juta di antaranya merupakan warga Indonesia.
"Pada tahun 2050, Islam diperkirakan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di dunia," kata Wapres saat Dies Natalis ke-37 dan Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikutip, Sabtu (12/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Wapres mendorong refleksi untuk merumuskan kebijakan terbaik agar bangsa Indonesia dapat mengatasi aneka tantangan yang muncul, dan terus maju mewujudkan target-target pembangunan.
"Refleksi yang akan membuahkan kebijakan serta keputusan yang presisi, mensyaratkan kejelian dalam menilai fakta-fakta, serta ketangkasan dalam mendayagunakan intelektualitas, keahlian, serta peluang," kata Wapres.
Ma'ruf Amin menganggap peran pendidikan sangat vital. Rendahnya level dan kualitas pendidikan dapat memicu asumsi dan kesimpulan yang keliru atas urusan-urusan domestik dan global, sehingga dapat melahirkan keputusan dan langkah yang keliru pula.
"Sementara, nyaris setiap hari kita dihadapkan pada pertaruhan dalam memutuskan persoalan yang menyangkut hajat diri sendiri, masyarakat, dan negara," katanya.
"Pada tahun 2050, Islam diperkirakan menjadi agama dengan pemeluk terbanyak di dunia," kata Wapres saat Dies Natalis ke-37 dan Wisuda Magister, Sarjana, dan Diploma Universitas Wiraraja, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dikutip, Sabtu (12/8/2023).
Dalam kesempatan itu, Wapres mendorong refleksi untuk merumuskan kebijakan terbaik agar bangsa Indonesia dapat mengatasi aneka tantangan yang muncul, dan terus maju mewujudkan target-target pembangunan.
"Refleksi yang akan membuahkan kebijakan serta keputusan yang presisi, mensyaratkan kejelian dalam menilai fakta-fakta, serta ketangkasan dalam mendayagunakan intelektualitas, keahlian, serta peluang," kata Wapres.
Ma'ruf Amin menganggap peran pendidikan sangat vital. Rendahnya level dan kualitas pendidikan dapat memicu asumsi dan kesimpulan yang keliru atas urusan-urusan domestik dan global, sehingga dapat melahirkan keputusan dan langkah yang keliru pula.
"Sementara, nyaris setiap hari kita dihadapkan pada pertaruhan dalam memutuskan persoalan yang menyangkut hajat diri sendiri, masyarakat, dan negara," katanya.
Lihat Juga :