Alasan ASN Terima Suap, Mulai Gaji Kecil Hingga Didukung Atasan

Minggu, 18 April 2021 - 15:43 WIB
loading...
Alasan ASN Terima Suap,...
Survei LSI menyebutkan gaji kecil hingga didukung atasan jadi alasan mengapa Aparatur Sipil Negara (ASN) berani menerima suap. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Praktik suap di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sudah menjadi hal yang lumrah. Dalam survei yang digelar LSI, terungkap kebanyakan ASN menerima suap karena beberapa alasan dan demi kepentingan sejumlah orang.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia (LSI) Djayadi Hanan mengatakan, sebanyak 49,0% ASN mengaku menerima suap karena kurang pengawasan. Kemudian karena memiliki kedekatan dengan pemberi suap sebanyak 37,1%. "Ada juga karena campur tangan politik dari yang lebih berkuasa 34,8%. Yang beralasan gaji rendah 26,2%, dan melihat suap sudah sebagai budaya atau kebiasaan di instansi 24,4%," katanya, dalam zoom meeting, Minggu (18/4/2021). Baca juga: Survei LSI: Ada 5 Tempat Paling Korup di Instansi Pemerintah

Selebihnya, menganggap suap tersebut sebagai uang tambahan di luar penghasilan rutin atau gaji yang diterima setiap bulannya. Namun, ada juga yang beralasan menerima suap karena tidak ada aturan dan ketentuan yang jelas. "Sebagian juga beralasan jarang ada PNS yang dihukum karena menerima uang atau hadiah di luar ketentuan 23,0%. Tetapi ada yang mengaku tidak paham bahwa apa yang dilakukannya itu termasuk pelanggaran 22,0%," paparnya. Baca juga: Begini Modus Praktik Suap ASN di Instansi Pemerintah

Yang lebih buruk, praktik menerima suap oleh ASN ini ada yang didukung oleh atasannya 21,5%, dan menganggap bahwa menerima uang atau hadiah itu merupakan hak PNS, karena telah membantu mengurus kepentingan pihak lain. "Bahkan, ada yang mengatakan bahwa semua orang di kantor menerima, sehingga jika tidak ikut menerima akan merasa salah tingkah, hingga ada yang dikucilkan," sambung Djayadi.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Pengacara Sony Sonjaya...
Pengacara Sony Sonjaya Sayangkan Permohonan JC Ditolak Kejagung
Kisah Kasus Nadiem Dalam...
Kisah Kasus Nadiem Dalam Perkara Korupsi
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa 18 Juni, Kejagung Dalami 26 Tokoh Terkait Kasus Korupsi MBG
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Kejagung: Sony Sanjaya...
Kejagung: Sony Sanjaya Tak Bisa Jadi Justice Collaborator Jika Menjadi Pelaku Utama
Pesan AHY ke Praja IPDN:...
Pesan AHY ke Praja IPDN: Kesetiaan ASN Adalah kepada Bangsa dan Konstitusi
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Rekomendasi
AEF/MANTENA Cup 2026...
AEF/MANTENA Cup 2026 Dorong Prestasi Berkuda dan Sport Tourism Indonesia
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Pelatih Korea Selatan...
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Dari Cinta Menjadi Luka:...
Dari Cinta Menjadi Luka: Kekerasan Berpacaran Perspektif Psikologi
Hasil Survei: 83,1%...
Hasil Survei: 83,1% Publik Yakin UU Polri Bawa Perubahan Terhadap Kinerja Kepolisian
Prabowo Ungkap Kunci...
Prabowo Ungkap Kunci Negara Sukses: Berani Akui Kekurangan hingga Cari Solusi
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026, Ini Namanya
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Infografis
Daftar Gaji PPPK 2025...
Daftar Gaji PPPK 2025 Golongan 1 hingga 17, Cek Nominalnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved