Moeldoko Dianggap Mampu Menjembatani Antara Kementerian dan Lembaga

Minggu, 18 April 2021 - 13:05 WIB
loading...
Moeldoko Dianggap Mampu...
Di tengah sorotan publik terkait sisa persoalan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, ada kalangan masyarakat yang jeli menilai kinerja Kepala KSP Moeldoko. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah sorotan publik terkait sisa persoalan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, ada kalangan masyarakat yang jeli menilai kinerja Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam pengelolaan pemerintahan saat ini.

Baca juga: Di Depan Moeldoko, Komnas HAM Sebut Kekerasan di Ruang Tahanan Masih Marak

Mereka melihat peran besar Moeldoko dalam menyelesaikan banyak persoalan lintas kementerian/lembaga (K/L) yang selama ini terjadi dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Moeldoko Dianggap Mampu Menjembatani Antara Kementerian dan Lembaga

Apresiasi tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal GK Center, Diddy Budiono. Menurut Diddy, GK Centre yang merupakan organ relawan Jokowi selama ini melihat bahwa Moeldoko telah memberikan peran signifikan bagi berjalan lancarnya tata kelola pemerintahan yang dipimpin Presiden Jokowi.

Baca juga: Moeldoko Sebut Perlindungan Warga Amanat Konstitusi dan Prioritas Presiden

Tidak hanya senantiasa terbuka untuk 'pasang badan' sebagai penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Moeldoko juga tanpa ragu selalu siap memposisikan diri sebagai benteng negara terhadap radikalisme, bahkan di saat pemahaman radikal tengah mengalami gelombang pasangnya dalam lima tahun terakhir.

"Beliau tak pernah ragu untuk selalu berada di depan melawan setiap upaya pihak-pihak yang bermaksud untuk merongrong NKRI, juga selalu pasang badan membentengi negara dari paham radikalisme yang marak dalam beberapa tahun ini," kata Diddy Budiono, Minggu (18/4/2021).

GK Centre memberikan apresiasi, dalam kiprah beliau di garda depan membela negara dari paham-paham radikal tersebut dan Moeldoko tak pernah terlihat bimbang dan ragu-ragu. Hal itu terlihat dari berbagai pernyataan tegas Moeldoko yang siap untuk melibas, bahkan menghancurkan paham-paham radikal yang diusung berbagai kalangan yang patut diragukan kesetiaannya kepada NKRI.

"Itu bedanya Pak Moeldoko dengan banyak pejabat pemerintah lain yang kadang terlihat setengah hati dalam pemberantasan paham radikal itu," ujar Diddy Budiono.

Diddy juga menegaskan peran strategis yang dimainkan Moeldoko selama ini dalam menyelesaikan masalah lintas Kementerian/Lembaga yang tidak mampu dipecahkan.

"Dengan pengalaman kepemimpinan beliau sebagai mantan Panglima TNI, beragam persoalan rumit dan berbelit penuh kepentingan dan ego sectoral tersebut bila diselesaikan," kata Diddy.

Diddy Budiono mencontohkan, kiprah mutakhir Moeldoko dengan mengkoordinasi setidaknya lima lembaga yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak asasi manusia (HAM), yakni Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), serta Ombudsman RI. Atas prakarsa Presiden Joko Widodo, kelima lembaga tersebut kini bernaung saling memperkuat penegakan HAM di Indonesia dalam Kerja Sama untuk Pencegahan Penyiksaan (KuPP).

"Sekaligus dalam hal ini GK Centre juga mengapresiasi penuh inisiatif Bapak Jokowi yang telah memunculkan ide luhur yang memungkinkan terbangunnya KuPP. Dengan KuPP, penegakan HAM di Indonesia akan lebih terjaga lagi," ungkap Diddy.

Sebagaimana diketahui, dalam upaya koordinasi lima lembaga penegakan HAM tersebut Moeldoko menekankan arahan Presiden memperkuat perlindungan warga negara dari kekerasan melalui dukungan lima lembaga negara tersebut.

Mengutip arahan Presiden kepada dirinya, Moeldoko menyatakan bahwa konsep perlindungan inklusif dan paripurna tersebut dalam rangka memperkuat tidak hanya kehadiran pemerintah, tetapi juga kehadiran negara dalam perlindungan warga negara.

"Presiden Jokowi menegaskan, kehadiran negara dalam perlindungan warganya ini merupakan amanat konstitusi yang menjadi prioritas Presiden Jokowi. Presiden mengatakan, setiap warga negara, dengan apa pun latar belakangnya, harus mendapatkan perlindungan berdasarkan hak-hak yang melekat pada dirinya," tutur Moeldoko mengulang arahan Presiden.

Saat itu, Moeldoko juga menyampaikan harapan Presiden Jokowi agar lembaga-lembaga negara independen ini dapat memperkuat reputasinya sehingga dapat menjadi model dan rujukan kinerja HAM dan kinerja tata kelola atau governance baik di kawasan ASEAN, antarkawasan seperti OKI, bahkan tingkat internasional. Dengan demikian, lembaga-lembaga tersebut dapat memperkuat modalitas Indonesia menjadi negara Unggul pada 2045.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensesneg Tegaskan Belum...
Mensesneg Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet
Prediksi Ada Reshuffle,...
Prediksi Ada Reshuffle, Pengamat: Prabowo Butuh Menteri Eksekutor dan Komunikator Ulung
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Jabat Kepala Bakom,...
Jabat Kepala Bakom, Qodari: Harus Agresif, Kalau Diserang Tidak Diam
Dari Aktivis ke Menteri,...
Dari Aktivis ke Menteri, Jumhur Hidayat Disebut Punya Daya Juang Tinggi
Reshuffle Kabinet Terbaru,...
Reshuffle Kabinet Terbaru, Murni karena Kinerja atau Politik?
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
Jejak Pendidikan Jumhur...
Jejak Pendidikan Jumhur Hidayat yang Resmi Dilantik Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Rekomendasi
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved