Gempa Megathrust Sumba Pernah Lumat Bali, Tewaskan 1.500 Orang

loading...
Gempa Megathrust Sumba Pernah Lumat Bali, Tewaskan 1.500 Orang
BMKG mencatat Bali pernah diguncang gempa dahsyat yang menewaskan 1.500 orang pada 1917. Foto/ilustrasi.SINDOnews
JAKARTA - Rentetan gempa tektonik dangkal di zona megathrust Sumba (subduksi selatan Lombok dan Sumbawa) dalam dua hari terakhir menunjukkan gejala yang tidak biasa. Sesuai data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) segmen Megathrust Sumba termasuk relatif sepi dari gempa besar jika dibandingkan segmen megathrust Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan sejatinya gempa kuat yang dipicu aktivitas zona subduksi selatan Lombok Sumbawa tidaklah banyak. Salah satu gempa besar yang merusak tercatat terjadi di Bali pada 21 Januari 1917. Gempa yang berpusat di sebelah tenggara Pulau Bali ini berdampak guncangan sangat dahsyat mencapai skala intensitas VIII-IX MMI.

”Saking besar korban yang ditimbulkan, gempa ini populer disebut sebagai gejer Bali atau ‘Bali berguncang,” ungkap Daryono melalui akun media sosial pribadinya, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Ulah Lima Siswi Cantik SMA Bikin Gempar, Gunting Seragam Biar Tampil Seksi

Gempa Bali menelan korban jiwa dan kerusakan yang sangat besar. Sebanyak 1.500 orang meninggal, 64.000 rumah rusak, termasuk beberapa istana, 10.000 lumbung beras rusak, dan 2.431 pura rusak, termasuk Pura Besakih.



Daryono mengungkapkan menurut laporan Soloviev and Go (1974), guncangan gempa Bali 1917 ini telah memicu terjadinya tsunami yang teramati di pantai sebelah tenggara Pulau Bali, seperti Klungkung, dan Benoa. “Tinggi run up tsunami yang terjadi mencapai 2 meter,” katanya.

Baca juga: Dalam 2 Hari, BMKG Catat 6 Kali Gempa di Zona Megathrust Selatan Lombok-Sumbawa

“Terkait rentetan gempa selatan Lombok-Sumbawa yang saat ini sudah tercatat 6 kali, tentu kita patut waspada. Harapan kita gempa ini aktivitasnya tidak terus berlanjut, tetapi segera meluruh dan berhenti aktivitasnya, meskipun BMKG akan terus fokus memonitor aktivitas gempa ini,” papar Daryono.
(muh)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top