Akankah Moeldoko Lolos dari Reshuffle? Pengamat Ungkap Sejumlah Tanda-tanda
Jum'at, 16 April 2021 - 18:27 WIB
loading...
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Isu reshuffle kedua dalam Kabinet Indonesia Maju kembali mengemuka saat DPR mengesahkan permohonan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melebur Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), serta membentuk Kementerian Investasi.
Baca juga: Wacana Reshuffle Mengemuka, Kinerja Kementerian Dinilai Perlu Ditingkatkan
Nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga menjadi sorotan, apakah sosok yang sempat membuat Partai Demokrat gaduh itu akan dikocok ulang atau tidak.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Tidak Diumumkan Pekan Ini
Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio menjelaskan, Presiden Jokowi biasanya memiliki dua kriteria dalam melakukan kocok ulang kabinet. Yakni, kontriversial dan yang membuat gaduh.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Menguat, Erick Thohir: Saya Siap Dicopot
"Kalau Pak Moeldoko biasanya Pak Jokowi selain kinerja, kriterianya dua. Yang pertama, kontroversial dan yang kedua bikin gaduh," kata pria yang akrab disapa Hensat ini saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).
Baca juga: Wacana Reshuffle Mengemuka, Kinerja Kementerian Dinilai Perlu Ditingkatkan
Nama Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko juga menjadi sorotan, apakah sosok yang sempat membuat Partai Demokrat gaduh itu akan dikocok ulang atau tidak.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Tidak Diumumkan Pekan Ini
Analis Komunikasi Politik Universitas Paramadina, Jakarta, Hendri Satrio menjelaskan, Presiden Jokowi biasanya memiliki dua kriteria dalam melakukan kocok ulang kabinet. Yakni, kontriversial dan yang membuat gaduh.
Baca juga: Reshuffle Kabinet Indonesia Maju Menguat, Erick Thohir: Saya Siap Dicopot
"Kalau Pak Moeldoko biasanya Pak Jokowi selain kinerja, kriterianya dua. Yang pertama, kontroversial dan yang kedua bikin gaduh," kata pria yang akrab disapa Hensat ini saat dihubungi, Jumat (16/4/2021).
Lihat Juga :