Hadapi Bencana, BMKG Ajak Semua Pihak Berkolaborasi

loading...
Hadapi Bencana, BMKG Ajak Semua Pihak Berkolaborasi
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati bersama Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kamis (15/4/2021). Foto/Istimewa
JAKARTA - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengajak berbagai pihak dan unsur, untuk berkolaborasi dalam menghadapi bencana.

Baca juga: BMKG Minta Pemda Tingkatkan Mitigasi Bencana untuk Meminimalisir Jumlah Korban

"Kami sadar tidak mungkin melakukan ini (mitigasi bencana-red) secara sendirian. Karenanya, kami selalu berupaya melakukannya dengan pendekatan kolaboratif dengan strategi pentahelix," ungkap Dwikorita Karnawati usai menemui Wakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati, Kamis (15/4/2021).

Baca juga: BNPB Ingatkan Perubahan Iklim Menjadi Ancaman Baru Pemicu Bencana

Sebelumnya, Dwikorita juga menemui Wali kota Batu Dewanti Rumpoko dan Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto. Kunjungan Dwikorita ke Malang Raya tersebut juga dalam rangka sosialisasi dan survei dampak gempa bumi 6.1 M yang mengguncang Sabtu (10/4/2021) lalu.



Strategi yang dimaksud kata Dwikorita, adalah melibatkan lima unsur kunci, yaitu pemerintah, swasta, masyarakat dan organisasi keagamaan, perguruan tinggi/ akademisi, dan media.

Baca juga: BNPB Ungkap 95% Bencana di Indonesia adalah Bencana Hidrometeorologi

"Sementara kolaborasi yang dimaksud yaitu membangun kesadaran bersama antara kelima unsur tersebut bahwa Indonesia adalah negara rawan bencana, sehingga perlu disiapkan secepatnya langkah-langkah mitigasi yang tepat," ucapnya.

Dengan memiliki pemahaman yang sama soal mitigasi bencana antara seluruh unsur tersebut, menurut Dwikorita, berbagai upaya pencegahan dan strategi dalam menghadapi bencana di tiap daerah dapat diterapkan dengan baik sehingga bisa menekan potensi timbulnya korban saat bencana.

"BMKG terus berupaya menyajikan data secara cepat, tepat dan akurat terkait potensi kebencanaan. Kami harap data-data tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana," ujarnya.



Dwikorita menjelaskan, selama ini BMKG sendiri aktif melakukan upaya mitigasi dengan masyarakat melalui forum Sekolah Lapang Gempa (SLG) dan Sekolah Lapang Nelayan (SLN). Melalui kedua forum tersebut BMKG membangun komunikasi dua arah terkait berbagai potensi bencana yang ada di wilayah para peserta forum.

"Selama ini SLG dan SLN ini cukup efektif dalam penyebarluasan berbagai informasi dari BMKG kepada masyarakat. Kedua forum ini melengkapi berbagai kanal komunikasi yang sudah dibangun BMKG untuk menyebarluaskan informasi kebencanaan," paparnya.

Namun demikian, tambah Dwikorita, berbagai data tersebut akan menjadi mubazir jika tidak dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana mitigasi pendukung.

"Maka dari itu, diharapkan seluruh pihak dan pemangku kepentingan dapat bersama-sama bahu-membahu dalam menghadapi berbagai bencana yang mengancam Indonesia," tutupnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top