Ibas Soroti Isu AI dan Perubahan Iklim di Universiti Malaya

Jum'at, 02 Mei 2025 - 17:43 WIB
loading...
Ibas Soroti Isu AI dan...
Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) di Universiti Malaya. Foto/Istimewa
A A A
MALAYSIA - Wakil Ketua MPR dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono ( Ibas ) menyoroti dua tantangan besar masa depan dunia ketika menjadi Guest Lecture di Universiti Malaya dengan Topik “Navigating a Changing World: ASEAN’s Path to Stability and Prosperity”, di Auditorium Faculty of Business & Economics, Rabu (30/4/2025). Dua isu yang disorotinya adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan perubahan iklim yang meskipun tampak berbeda, namun sama-sama membutuhkan kesiapan dan kolaborasi.

Ibas menekankan pentingnya adaptasi terhadap transformasi teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan Asia Tenggara, serta menyerukan kerja sama internasional untuk pemanfaatan AI yang etis. Di sisi lain, Ibas menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan tidak boleh dipisahkan, dengan mendorong ekonomi hijau sebagai solusi masa depan yang menciptakan lapangan kerja, menjaga ekosistem, dan memperkuat solidaritas kawasan ASEAN dalam menghadapi krisis iklim lintas batas.

“Ada tantangan besar yang akan membentuk hidup kita, yaitu kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim. Mungkin tampak sangat berbeda, yang satu tentang teknologi, yang lain tentang lingkungan, tapi keduanya sangat besar dan mengharuskan kita untuk bersiap,” kata Ibas dalam pemaparannya.

Baca juga: Pemerintah Akan Bentuk Satgas Nasional AI Terintegrasi

“Mari kita mulai dengan kecerdasan buatan. AI dapat melakukan hal menakjubkan, mereka bisa lebih pintar dari manusia, mereka bisa lebih cepat daripada apa pun, tapi itu juga membawa kekhawatiran bagi kita. Banyak orang bertanya, apakah robot akan mengambil alih pekerjaan kita?” sambungnya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini pun menyampaikan bahwa realitanya, sejumlah pekerjaan akan berubah bentuk, beberapa bahkan menghilang. Oleh karena itu, masyarakat harus siap menghadapi transformasi ini dengan keterampilan baru dan kesiapan beradaptasi. “Itu berarti kita harus siap, kita harus siap beradaptasi. Selain itu, kita juga harus memanfaatkan kekuatan budaya kita,” kata Ketua Fraksi Partai Ddemokrat DPR ini.

“Kita memiliki apa yang disebut nilai, identitas, nilai komunitas, dan tentu empati khas Asia Tenggara yang tidak dapat dimiliki oleh robot dan AI. Jadi, kita dapat merancang dan menggunakan kebutuhan AI dengan cara yang mengutamakan manusia,” kata Dr. Edhie Baskoro yang juga alumni S3 IPB University ini.

Ibas kemudian menekankan perlunya kerja sama internasional untuk menangani risiko AI. Tidak ada satu negara pun yang dapat mengelola dampak AI sendirian karena teknologi melintasi batas negara. “ASEAN dapat bekerja sama menetapkan pedoman, etika teknologi untuk penggunaan AI yang etis. Dengan bersikap kooperatif dan kreatif, kita dapat mengubah AI menjadi peluang, bukan ancaman,” tegasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Lulusan Tak Cukup Pintar...
Lulusan Tak Cukup Pintar AI, IHBS Cetak Generasi Berakhlak Islam di Tengah Revolusi Teknologi
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
AI Juru Selamat atau...
AI Juru Selamat atau Kepunahan Pekerja Industri Kreatif?
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Rekomendasi
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
DBD Tak Lagi Penyakit...
DBD Tak Lagi Penyakit Musiman, Ahli Minta Pencegahan Dengue Sepanjang Tahun
Tabungan Kelas Menengah...
Tabungan Kelas Menengah Melambat, LPS Menyoroti Anomali Melejitnya Simpanan di Atas Rp5 Miliar
Berita Terkini
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Judul RUU Perampasan...
Judul RUU Perampasan Aset Diubah Menjadi RUU Pemulihan Aset? Ini Pandangan Pakar Hukum Pidana
96 Perwira Duduki Jabatan...
96 Perwira Duduki Jabatan Strategis di Bareskrim pada Mutasi Juni 2026, Ini Namanya
Prabowo Minta Tindakan...
Prabowo Minta Tindakan Tegas Terhadap Penyelewengan Tak Merusak Stabilitas Nasional
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved