Cak Imin Digoyang, 2 Alasan Ini Bikin Tuntutan KLB PKB Bisa Dipatahkan

loading...
Cak Imin Digoyang, 2 Alasan Ini Bikin Tuntutan KLB PKB Bisa Dipatahkan
Isu KLB tak hanya menimpa Partai Demokrat tapi juga mulai berhembus ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dipimpin Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Isu Kongres Luar Biasa ( KLB ) tak hanya menimpa Partai Demokrat tapi juga mulai berhembus ke Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) yang dipimpin Abdul Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin. Baru-baru ini, kader PKB bernama Ahmad Zamakhsary alias Jimmy menuntut agar dilakukan KLB di partai itu.

Jimmy memandang Cak Imin sewenang-wenang dalam memilih Ketua DPC. Bahkan kabar terbaru, sebanyak 113 DPC menyampaikan tuntutan yang sama seperti yang disampaikan mantan Ketua DPC PKB Jenoponto, Andi Mappanturu. Baca juga: Isu KLB juga Muncul di PKB, Pengamat: Kita Lihat, Apa Cuma Terinspirasi Demokrat

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menganggap hal yang wajar mencuatnya dinamika politik di internal partai termasuk PKB.

"Karena salah satu fungsi partai politik adalah mengelola konflik dan bagaimana bisa menyelesaikannya. Namun konflik-konflik itu jangan sampai menghancurkan partai," ujarnya saat dihubungi, Rabu (14/4/2021).

Lebih lanjut, Ujang mengatakan dinamika yang terjadi di PKB merupakan hak para kader untuk menuntut KLB. Namun kelihatannya tuntutan KLB sejumlah kader di PKB tersebut akan bisa dipatahkan oleh Cak Imin alias Gus AMI sebagai Ketua Umum Partai.



Analis Politik asal Universitas Al Azhar Indonesia itu menyampaikan dua alasan KLB itu bisa dipatahkan. Baca juga: Gus AMI Beberkan 12 Pokok Pikiran PKB dalam Munas Alim Ulama

"Selain karena dia (Cak Imin) sudah lama jadi ketum dan pernah mengalahkan Gus Dur. Dia juga saat ini ada di koalisi pemerintahan. Paling tidak posisinya aman. Di internal digoyang-goyang dikit dengan riak-riak KLB. Tapi serangan dari luar kan belum ada," katanya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top