Wahid Foundation Harap Program Desa Damai Dikembangkan di Sumenep
Senin, 12 April 2021 - 19:50 WIB
loading...
A
A
A
Penguatan perempuan di lingkungan desa menurut Wahid Foundation berguna untuk mendeteksi dini dan mencegah potensi konflik sosial yang ada di desa. Hal ini sudah diimplementasikan oleh Pokja Prancak yang sudah membentuk satuan tugas (satgas) yang bertugas merespons setiap potensi konflik sosial dan mendampingi para korban yang terdampak. Begitu pula dengan Pokja Payudan Dundang, mereka fokus dalam mencegah pernikahan dini dan juga memberikan pendampingan hukum bagi pada korban kekerasan dalam rumah tangga.
Merespons hal itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyambut baik para peserta audiensi dan juga Program Desa Damai yang sudah berjalan di Sumenep tersebut. Menurutnya, Program Desa Damai mampu menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Sumenep saat ini, yaitu minimnya program pemberdayaan perempuan.
"Pemberdayaan perempuan saat ini sangat lemah implementasinya di lapangan kaitannya dengan intervensi pemerintah kabupaten di dalamnya. Untuk saat ini kami membutuhkan kerjasama dan mitra-mitra untuk hal ini, " Ungkap Achmad Fauzi membuka sesi diskusi dalam audiensi tersebut.
Dia menyebutkan beberapa masalah yang banyak terjadi di tengah masyarakat, salah satunya yaitu banyaknya anak-anak yang putus sekolah dan diantara mereka banyak yang memutuskan untuk menikah dini. Sementara itu catatan survey menurut sejumlah ahli, pernikahan dini menjadi salah sebab terbanyak dalam kasus kekerasan di dalam rumah tangga.
"Keberadaan Wahid Foundation dengan Program Desa Damai menyumbang dalam pencegahan prosentase pencegahan banyaknya anak yang putus sekolah, begitu pula selanjutnya dengan anak yang menikah dini," ujar Fauzi melanjutkan problematika masyarakat Sumenep saat ini.
Merespons hal itu, Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyambut baik para peserta audiensi dan juga Program Desa Damai yang sudah berjalan di Sumenep tersebut. Menurutnya, Program Desa Damai mampu menjawab persoalan yang dihadapi oleh masyarakat Sumenep saat ini, yaitu minimnya program pemberdayaan perempuan.
"Pemberdayaan perempuan saat ini sangat lemah implementasinya di lapangan kaitannya dengan intervensi pemerintah kabupaten di dalamnya. Untuk saat ini kami membutuhkan kerjasama dan mitra-mitra untuk hal ini, " Ungkap Achmad Fauzi membuka sesi diskusi dalam audiensi tersebut.
Dia menyebutkan beberapa masalah yang banyak terjadi di tengah masyarakat, salah satunya yaitu banyaknya anak-anak yang putus sekolah dan diantara mereka banyak yang memutuskan untuk menikah dini. Sementara itu catatan survey menurut sejumlah ahli, pernikahan dini menjadi salah sebab terbanyak dalam kasus kekerasan di dalam rumah tangga.
"Keberadaan Wahid Foundation dengan Program Desa Damai menyumbang dalam pencegahan prosentase pencegahan banyaknya anak yang putus sekolah, begitu pula selanjutnya dengan anak yang menikah dini," ujar Fauzi melanjutkan problematika masyarakat Sumenep saat ini.
Lihat Juga :