Moeldoko Akui Masih Ada Tugas Tutup Celah Korupsi Secara Sistemik

Selasa, 13 April 2021 - 11:01 WIB
loading...
Moeldoko Akui Masih...
Moeldoko mengakui pemerintah masih menghadapi masalah dalam mengubah persepsi publik terhadap korupsi. Foto/ilustrasi.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2020 lalu mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2019. Dia mengatakan bahwa hal ini karena masih ada pekerjaan rumah dalam menutup celah korupsi .

“Saudara-saudara sekalian, apabila kita merefleksi IPK tahun 2020, indeks persepsi korupsi Indonesia pada tahun 2020 melorot tiga poin menjadi 37 dari sebelumnya 40 pada tahun 2019. Dan dua tahun pelaksanaan Stranas (pencegahan korupsi) di satu sisi masih banyak PR yang kita lakukan untuk menutup celah korupsi secara sistemik,” dalam Peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi 2021-2022, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: Moeldoko Bicara Inovator, Politikus Demokrat Sindir Cara Cepat Jadi Ketum

Dia membeberkan beberapa masalah yang masih dihadapi dalam mencegah korupsi di lingkungan pemerintah. “Harus diakui kita masih menghadapi masalah dalam mengubah persepsi publik terhadap korupsi. Adanya oknum di pemerintahan karena masih terjadi suap dan kick back , pungutan liar dalam perizinan dan layanan publik, serta belum baiknya integritas sebagian oknum aparat penegak hukum,” tuturnya.

Meski begitu dia mengatakan bahwa Strategi Nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi yang disusun pemerintah telah menyentuh akar masalah korupsi di Indonesia.

“Namun di sisi lain kita dapat melihat bahwa titik tekan 27 aksi di 3 fokus sektor Stranas PK sudah menyentuh akar masalah dan perlu diperkuat implementasinya,” pungkasnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Mengapa UU Pemberantasan...
Mengapa UU Pemberantasan Korupsi Perlu Diubah
Penindakan Korupsi Lebih...
Penindakan Korupsi Lebih Mahal dari Pencegahan, Ketua KPK: Negara Tanggung Biaya Narapidana
Bantah Lari karena Dugaan...
Bantah Lari karena Dugaan Terlibat Suap, Ahmad Dedi Hormati Proses Hukum
Refleksi Perkara Korupsi
Refleksi Perkara Korupsi
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Arab Saudi Tangkap 116...
Arab Saudi Tangkap 116 Pejabat dalam Operasi Pemberantasan Korupsi Besar-besaran
Mantan PM Malaysia Najib...
Mantan PM Malaysia Najib Razak Divonis 165 Tahun Penjara
Demo di KPK, FUKI Desak...
Demo di KPK, FUKI Desak Kasus Kuota Haji Diusut Tuntas
Rekomendasi
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Berita Terkini
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved