Pertanyakan Alasan Bongkar Pasang Kementerian, Pengamat: BKPM Nggak Cukup?

Minggu, 11 April 2021 - 15:23 WIB
loading...
Pertanyakan Alasan Bongkar...
Pakar Administrasi Publik UI Lina Miftahul Jannah mempertanyakan alasan pemerintah membentuk Kementerian Investasi dan melebur Kemenristek ke Kemendikbud. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pemerintah akan kembali melakukan bongkar pasang struktur kementerian. Hal ini menyusul disetujuinya Kementerian Investasi dan peleburan Kemenristek ke Kemendikbud.

Pakar Administrasi Publik Universitas Indonesia (UI) Lina Miftahul Jannah mempertanyakan langkah pemerintah melakukan bongkar pasang di tengah jalannya pemerintahan.

"Memang seberapa penting dibentuk Kementerian Investasi? Kan sudah ada Kemenko, sudah ada BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), apa tidak cukup?," katanya saat dihubungi, Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Kemenristek dan Kemendikbud Dilebur, Menteri Bambang Brodjonegoro Pamit

Lina mengatakan, pemerintah seharusnya transparan dalam membuat suatu kebijakan. Menurutnya, hingga kini belum ada penjelasan dari pemerintah berkaitan dengan bongkar pasang kementerian.

"Ini harus diungkapkan kenapa ada kebijakan ini. Jangan tahu-tahu sudah jadi kebijakannya," ungkapnya.

Terlebih lagi jika berbicara kelembagaan, maka harus dipikirkan secara matang. Jika memang diperlukan Kementerian Investasi, maka harus jelas evaluasi terhadap BKPM sebagai badan yang mengurusi investasi.

Baca juga: Ada Kementerian Investasi, Pengamat: BKPM Kurang Lincah

"Evalusi dulu masalah BPKM apa? Kalau orangnya yang kurang ya diganti jangan lembaganya. Kalau strateginya kurang berarti harus diperkuat. Memang lain cerita kalau memang Badan dinilai tidak cukup. Tapi kan kita engga tahu BKPM melakukan apa? Evaluasinya seperti apa? Publik harus diinformasikan secara terbuka. Ini kan bukan negara sekelompok orang,” katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Daftar Peraih Penghargaan...
Daftar Peraih Penghargaan DIA 2026: Kreator Konten, Kementerian, hingga Pelaku Industri
Dialog Terbuka Presiden...
Dialog Terbuka Presiden Prabowo Perlu Diperluas ke Kementerian hingga Pemda
Rekomendasi Komisi Reformasi...
Rekomendasi Komisi Reformasi Polri Hasil Penyerapan Aspirasi 154 Elemen Masyarakat
Komisi Reformasi Tak...
Komisi Reformasi Tak Usulkan Polri di Bawah Kementerian, Mahfud: Secara Politis Lebih Aman
Tokoh Pemuda Pekanbaru...
Tokoh Pemuda Pekanbaru Dukung Kapolri Tolak Polri di Bawah Kementerian
Kapolri: Saya Menolak...
Kapolri: Saya Menolak Polisi di Bawah Kementrian
Lelet Serap Anggaran,...
Lelet Serap Anggaran, Banyak Kementerian Kembalikan Anggaran ke Purbaya
Rekomendasi
Wakil Menteri Sembunyikan...
Wakil Menteri Sembunyikan Uang Korupsi Senilai Rp361 Miliar di Dalam Galon Air Minum
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
6 Tim Lolos ke Perempat...
6 Tim Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026: Argentina Menyusul atau Tersingkir?
Berita Terkini
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
12 Akademisi Serahkan...
12 Akademisi Serahkan Dokumen Amicus Curiae ke MK, Sebut Bank Tanah Solusi Kebuntuan Agraria
Andalkan Jokowi, PSI...
Andalkan Jokowi, PSI Diprediksi Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah
Menko Pangan Minta Sektor...
Menko Pangan Minta Sektor Lain Tiru Kemenhut dalam Perdagangan Karbon
Anak Indonesia Habiskan...
Anak Indonesia Habiskan Rp4,5 Triliun untuk Membeli Rokok
Calon Manajer Kopdes...
Calon Manajer Kopdes Tak Lagi Latihan Militer, Qodari: Pemerintah Tidak Menutup Mata
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved