Menyiapkan Talenta Digital, Menyongsong Peradaban 5G
Minggu, 11 April 2021 - 10:55 WIB
loading...
A
A
A
Program DTS Kominfo itu patut dipahami sebagai respons cepat pemerintah untuk mengatasi kesenjangan itu. Program DTS pun digelar di 25 kota di 20 provinsi, termasuk di Jayapura dan Lhokseumawe, melibatkan 28 perguruan tinggi, termasuk 18 perguruan tinggi negeri. Program ini memberi kesempatan peserta mendalami 78 bidang, antara lain Artificial Intelligent (AI), Internet of Things (IoT), cloud computing, coding, programming hingga cyber security.
Sambil bersiap memasuki era teknologi 5G, patut juga untuk dikedepankan beberapa pertanyaan. Misalnya, apakah menyiapkan talenta digital dengan pola seperti sekarang sudah memadai? Pertanyaan ini layak dikedepankan karena lompatan ke era teknologi 5G akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia. Tak hanya pabrik cerdas, teknologi 5G bisa mewujudkan rumah pintar, alat medis pintar hingga transportasi cerdas atau mobil swaskemudi.
Urgensi menyediakan talenta digital dalam jumlah memadai pun relevan untuk dikaitkan dengan ambisi bersama mewujudkan misi Indonesia Maju di tahun 2045.
Dalam sebuah kesempatan pada pekan kedua Maret 2021, Presiden Joko Widodo telah mengingatkan sejumlah konsekuensi akibat perubahan zaman. Era otomasi dan digitalisasi menyebabkan permintaan dan kebutuhan tenaga kerja berubah. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga berubah. Banyak model pekerjaan lama tidak lagi dibutuhkan.
Berpijak pada kecenderungan itu, Presiden pun mendorong dunia pendidikan beradaptasi dan melakukan penyesuaian dengan perubahan itu. Penyesuaian itu idealnya ditandai perubahan program studi, perubahan kurikulum dan perubahan karakter tenaga pendidik.
Penyesuaian untuk melakukan perubahan itu sebenarnya sudah mendapatkan momentumnya karena Presiden telah menetapkan pembangunan SDM Indonesia sebagai salah satu prioritas. Sangat relevan pula jika proyeksi kebutuhan Indonesia akan generasi muda dengan bakat digital masuk dalam program pembangunan SDM pada setiap jenjang pendidikan.
Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama semua lembaga pendidikan diharapkan mulai berinisiatif membarui program studi, pembaruan kurikulum hingga menyiapkan tenaga pendidik yang relevan dengan perubahan dan kebutuhan zaman. Perubahan dan pembaruan diperlukan agar generasi anak-cucu tak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku penting di setiap tahap perubahan zaman.
Sambil bersiap memasuki era teknologi 5G, patut juga untuk dikedepankan beberapa pertanyaan. Misalnya, apakah menyiapkan talenta digital dengan pola seperti sekarang sudah memadai? Pertanyaan ini layak dikedepankan karena lompatan ke era teknologi 5G akan mengubah banyak aspek dalam kehidupan manusia. Tak hanya pabrik cerdas, teknologi 5G bisa mewujudkan rumah pintar, alat medis pintar hingga transportasi cerdas atau mobil swaskemudi.
Urgensi menyediakan talenta digital dalam jumlah memadai pun relevan untuk dikaitkan dengan ambisi bersama mewujudkan misi Indonesia Maju di tahun 2045.
Dalam sebuah kesempatan pada pekan kedua Maret 2021, Presiden Joko Widodo telah mengingatkan sejumlah konsekuensi akibat perubahan zaman. Era otomasi dan digitalisasi menyebabkan permintaan dan kebutuhan tenaga kerja berubah. Teori manajemen, organisasi, dan model bisnis juga berubah. Banyak model pekerjaan lama tidak lagi dibutuhkan.
Berpijak pada kecenderungan itu, Presiden pun mendorong dunia pendidikan beradaptasi dan melakukan penyesuaian dengan perubahan itu. Penyesuaian itu idealnya ditandai perubahan program studi, perubahan kurikulum dan perubahan karakter tenaga pendidik.
Penyesuaian untuk melakukan perubahan itu sebenarnya sudah mendapatkan momentumnya karena Presiden telah menetapkan pembangunan SDM Indonesia sebagai salah satu prioritas. Sangat relevan pula jika proyeksi kebutuhan Indonesia akan generasi muda dengan bakat digital masuk dalam program pembangunan SDM pada setiap jenjang pendidikan.
Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bersama semua lembaga pendidikan diharapkan mulai berinisiatif membarui program studi, pembaruan kurikulum hingga menyiapkan tenaga pendidik yang relevan dengan perubahan dan kebutuhan zaman. Perubahan dan pembaruan diperlukan agar generasi anak-cucu tak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga menjadi pelaku penting di setiap tahap perubahan zaman.
Lihat Juga :