Warning PKS Terkait Konsistensi Pemerintah dalam Pencegahan Corona
Sabtu, 10 April 2021 - 16:55 WIB
loading...
Politikus PKS, Mardani Ali Sera menyatakan, bahwa pemerintah sudah diberikan anggaran yang cukup besar dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19). Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menyatakan, pemerintah sudah diberikan anggaran yang cukup besar dalam menangani pandemi virus Corona (Covid-19) termasuk dalam pemulihan ekonomi sudah dibekali dengan Perppu. Sehingga, idealnya kinerja pemerintah membaik.
Baca juga: Warga Sumsel yang Menolak Divaksin Corona Terancam Denda Rp1 Juta
"Yang kedua saya lebih apresiasi lagi sebetulnya fakta ya, angka 56 persen (hasil survei IPO) itu diantara yang terkecil itu dari semua lembaga survei yang saya hadir. Saya hadir di 3 atau 4 ini yang paling keren gitu loh," ujarnya saat diskusi Polemik MNC secara virtual, Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Ini Jurus Bima Arya Tangani Corona, Simak "Ngobrol Bareng Gus Miftah" Pukul 21.00 WIB
Kendati begitu, Mardani melihat pandemi Covid-19 memang masalah besar yang dihadapi hampir negara-negara di dunia. Dia pun melihat Presiden Jokowi sudah bekerja untuk menyelesaikan masalah hal ini. Salah satunya dengan program vaksinasi yang didukung PKS.
"Nah jadi pertama tanggapan saya (evaluasi kabinet) ini warning ya, Pak Jokowi itu bukan tahun kedua, ini tahun ketujuh. Memang ada pandemi tapi ada negara-negara lain bentuknya udah mulai V, turun tapi bisa naik. Kita tentu bisa U bisa turun lama dikit tapi segera naik, jangan sampe turun bablas angine gak naik-naik," ungkapnya.
Menurut Anggota DPR ini, ada dua problem yang dihadapi pemerintah. Pertama, soal konsisten kebijakan penanganan pandemi. Dia mengambil contoh kebijakan larangan mudik lebaran. Dia berharap, kebijakan larangan mudik harus konsisten, jangan seperti tahun lalu melarang mudik tapi membolehkan pulang kampung.
Baca juga: Warga Sumsel yang Menolak Divaksin Corona Terancam Denda Rp1 Juta
"Yang kedua saya lebih apresiasi lagi sebetulnya fakta ya, angka 56 persen (hasil survei IPO) itu diantara yang terkecil itu dari semua lembaga survei yang saya hadir. Saya hadir di 3 atau 4 ini yang paling keren gitu loh," ujarnya saat diskusi Polemik MNC secara virtual, Sabtu (10/4/2021).
Baca juga: Ini Jurus Bima Arya Tangani Corona, Simak "Ngobrol Bareng Gus Miftah" Pukul 21.00 WIB
Kendati begitu, Mardani melihat pandemi Covid-19 memang masalah besar yang dihadapi hampir negara-negara di dunia. Dia pun melihat Presiden Jokowi sudah bekerja untuk menyelesaikan masalah hal ini. Salah satunya dengan program vaksinasi yang didukung PKS.
"Nah jadi pertama tanggapan saya (evaluasi kabinet) ini warning ya, Pak Jokowi itu bukan tahun kedua, ini tahun ketujuh. Memang ada pandemi tapi ada negara-negara lain bentuknya udah mulai V, turun tapi bisa naik. Kita tentu bisa U bisa turun lama dikit tapi segera naik, jangan sampe turun bablas angine gak naik-naik," ungkapnya.
Menurut Anggota DPR ini, ada dua problem yang dihadapi pemerintah. Pertama, soal konsisten kebijakan penanganan pandemi. Dia mengambil contoh kebijakan larangan mudik lebaran. Dia berharap, kebijakan larangan mudik harus konsisten, jangan seperti tahun lalu melarang mudik tapi membolehkan pulang kampung.
Lihat Juga :