Ternyata Begini Cara BMKG Selamatkan Kampung Nelayan Ini dari Siklon Seroja
Jum'at, 09 April 2021 - 01:19 WIB
loading...
A
A
A
"Info cuaca dari BMKG selalu rutin dikirimkan ke grup, kebetulan saya juga tergabung didalamnya karena saya alumni Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) BMKG. Begitu saya dapat informasi akan ada cuaca buruk berupa gelombang tinggi dan angin kencang langsung saya sebarluaskan ke orang-orang kampung," ujar Ketua Komunitas Angsa Laut, Mohammad Mansyur, di Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Kamis (8/4/2021).
Pria yang akrab disapa Dewa ini mengatakan, bahwa jika ia tidak menerima pesan whatsapp dari BMKG kala itu, maka ia tidak tahu lagi bagaimana nasib warga dikampungnya. Karena beberapa saat usai ia dan warga telah mengungsi, hal yang ditakutkan terjadi. Angin kencang dan gelombang akibat Siklon Seroja tersebut datang menerpa kawasan perkampungan mereka.
"Beruntung, karena informasi tersebut, tidak ada korban jiwa di Kampung Nelayan Oesapa terutama di Komplek. Meski masih ada beberapa kapal yang terdampak gelombang akibat tidak sempat dipindahkan," ujarnya.
Andai Pemerintah Daerah atau BPBD yang tergabung dalam WA Grup Informasi Peringatan Dini juga meresponse aktif dan menyebar luaskan informasi BMKG tersebut, langkah evakuasi penyelamatan warga dapat dilakukan lebih cepat dan efektif lagi.
Dewa mengaku kerap diandalkan warga setempat terkait update cuaca dari BMKG usai mengikuti SLCN dari BMKG. Dewa berharap semakin banyak nelayan dan warga lain yang dapat mengikuti SLCN BMKG, dan bisa bergabung dalam grup komunikasi yang dibentuk.
Dengan demikian update informasi terkini terkait cuaca dan peringatan dini dapat diupdate setiap hari sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa jika terjadi cuaca ekstrem.
Pria yang akrab disapa Dewa ini mengatakan, bahwa jika ia tidak menerima pesan whatsapp dari BMKG kala itu, maka ia tidak tahu lagi bagaimana nasib warga dikampungnya. Karena beberapa saat usai ia dan warga telah mengungsi, hal yang ditakutkan terjadi. Angin kencang dan gelombang akibat Siklon Seroja tersebut datang menerpa kawasan perkampungan mereka.
"Beruntung, karena informasi tersebut, tidak ada korban jiwa di Kampung Nelayan Oesapa terutama di Komplek. Meski masih ada beberapa kapal yang terdampak gelombang akibat tidak sempat dipindahkan," ujarnya.
Andai Pemerintah Daerah atau BPBD yang tergabung dalam WA Grup Informasi Peringatan Dini juga meresponse aktif dan menyebar luaskan informasi BMKG tersebut, langkah evakuasi penyelamatan warga dapat dilakukan lebih cepat dan efektif lagi.
Dewa mengaku kerap diandalkan warga setempat terkait update cuaca dari BMKG usai mengikuti SLCN dari BMKG. Dewa berharap semakin banyak nelayan dan warga lain yang dapat mengikuti SLCN BMKG, dan bisa bergabung dalam grup komunikasi yang dibentuk.
Dengan demikian update informasi terkini terkait cuaca dan peringatan dini dapat diupdate setiap hari sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa jika terjadi cuaca ekstrem.
Lihat Juga :