Fenomena Komputasi di Negara Demokrasi, Pengamat: Untuk Manipulasi Informasi
Jum'at, 09 April 2021 - 06:13 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Sony menilai, saat ini perlu membangun kewaspadaan publik terhadap praktik propaganda komputasional yang lazimnya mengiringi momentum pemilihan umum atau suksesi kepemimpinan.
Dengan demikian kata dia, masyarakat Indonesia bisa lebih berhati-hati terhadap segala rupa informasi yang beredar di ranah digital atau medsos, serta lebih rasional dan penuh perhitungan dalam menentukan pilihan politik.
"Hal yang tak kalah penting, kita juga mesti berusaha menghindarkan pengguna internet dari keadaan-keadaan yang merugikan atau membahayakan kehidupan bersama maupun pribadi. Maka, faktor kuncinya adalah memahami sejauh mana kita dapat melakukan gerakan literasi untuk mendorong publik mengetahui lebih banyak tentang dunia digital," sambungnya.
Ia berharap, pemanfaatan ataupun penyalahgunaan platform medsos seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok, perlu menjadi perhatian penting pemerintah. Hal itu ditujukan agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari jeratan hal-hal negatif saat menggunakan medsos.
"Walaupun banyak informasi positif yang bisa disebarkan melalui kanal-kanal media sosial tersebut, informasi yang setengah benar, informasi benar yang dicampur dengan yang tidak benar ataupun informasi yang sama sekali tidak benar, juga dengan mudah dan cepat dapat disebarkan melalui kanal-kanal yang sama, maka pemerintah perlu terjun lewat edukasi, sosialisasi, agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari hal-hal negatif," tandasnya.
Dengan demikian kata dia, masyarakat Indonesia bisa lebih berhati-hati terhadap segala rupa informasi yang beredar di ranah digital atau medsos, serta lebih rasional dan penuh perhitungan dalam menentukan pilihan politik.
"Hal yang tak kalah penting, kita juga mesti berusaha menghindarkan pengguna internet dari keadaan-keadaan yang merugikan atau membahayakan kehidupan bersama maupun pribadi. Maka, faktor kuncinya adalah memahami sejauh mana kita dapat melakukan gerakan literasi untuk mendorong publik mengetahui lebih banyak tentang dunia digital," sambungnya.
Ia berharap, pemanfaatan ataupun penyalahgunaan platform medsos seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram, dan TikTok, perlu menjadi perhatian penting pemerintah. Hal itu ditujukan agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari jeratan hal-hal negatif saat menggunakan medsos.
"Walaupun banyak informasi positif yang bisa disebarkan melalui kanal-kanal media sosial tersebut, informasi yang setengah benar, informasi benar yang dicampur dengan yang tidak benar ataupun informasi yang sama sekali tidak benar, juga dengan mudah dan cepat dapat disebarkan melalui kanal-kanal yang sama, maka pemerintah perlu terjun lewat edukasi, sosialisasi, agar masyarakat Indonesia bisa terhindar dari hal-hal negatif," tandasnya.
(maf)
Lihat Juga :