Gus AMI Beberkan 12 Pokok Pikiran PKB dalam Munas Alim Ulama

Jum'at, 09 April 2021 - 01:32 WIB
loading...
A A A
Kedelapan, selain membahas topik-topik strategis dan aneka isu nasional, salah satu rangkaian Munas Alim Ulama dan Mukernas PKB 2021 adalah pemberian penghargaan pada pesantren-pesantren yang telah konsisten dan tetap menjalankan proses pembelajaran dan pengajaran di masa sulit saat pandemi ini. Sejumlah pesantren dengan kategori tersebut di antaranya Ponpes Lirboyo Kediri dengan total 32 ribu santri, Ponpes Sidogiri dengan 20 ribu santri, Ponpes Krapyak Yogyakarta dengan 12 ribu santri, Ponpes Ploso Kediri, Ponpes Cipasung Tasikmalaya, Ponpes Tegalrejo Magelang, Ponpes Pandanaran Yogyakarta, dan pondok pesantren dengan ribuan santri lainnya.

Kesembilan, berbagai rangkaian kegiatan dalam Munas dan Mukernas tersebut merupakan bagian penting dari ikhtiar, kontribusi, dan partisipasi aktif PKB sebagai partai politik yang menegaskan diri dengan jargon politik rahmatan lil 'aalamiin. Politik yang memberi kemanfaatan seluas-luasnya untuk rakyat Indonesia.

Sepuluh, sebagai partai pendukung pemerintah, PKB tetap konsisten dan kontinyu mengawal agenda-agenda kebangsaan dan kenegaraan yang telah dicanangkan Presiden Jokowi, terutama ikhtiar untuk mempercepat kebangkitan ekonomi nasional. Penguatan pesantren, pendidikan, serta pemulihan ekonomi di berbagai sektor, khususnya UMKM akan terus didorong PKB sebagai bagian penting bentuk dukungan PKB terhadap kinerja dan kepemimpinan Presiden Jokowi sejak periode pertama lalu hingga periode kedua saat ini.

Sebelas, ada persepsi yang kurang baik terhadap partai politik, padahal tidak ada demokrasi tanpa partai politik. Karena itu, PKB bertekad Merubah Cara Kerja dalam segala hal. PKB akan menguatkan dan mengokohkan kembali cara kerja para ulama/kiai pendiri PKB di semua level yg sangat lillahi ta'ala ikhlas dan tanpa pamrih. Semua pengurus dan kader PKB harus merobah total cara kerjanya di era pandemi, era disrupsi dan zaman serba IT. Semua kader juga harus Merobah Cara Kerja pelayanan terhadap rakyat dan negara agar lebih proaktif dan membumi lagi, karena rakyat butuh karya dan pelayanan yang kongkrit bukan janji maupun lisan.

Dan terakhir, PKB mengingatkan kalimat fenomenal yang pernah disampaikan mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy: Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu. Munas dan Mukernas ini tujuannya menegaskan kutipan filosofis tersebut, yakni membahas apa yang bisa diperbuat PKB beserta para ulama yang selama ini mengayominya untuk bangsa dan negara.

Sejak awal sangat jelas bahwa NU dan PKB konsisten mengikuti dawuh Hadratus Syaikh Kiai Hasyim Asy'ari, bahwa agama dan nasionalisme tidaklah bertentangan, justru saling menopang satu sama lain. Begitupula perjuangan PKB ke depan dan seterusnya, yakni untuk memperkuat pondasi keagamaan dan kebangsaan kita dalam rangka mencapai baldatun toyyibatun wa robbun ghofuur.
(hab)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Terima Delegasi MCA,...
Terima Delegasi MCA, Cak Imin Dorong Sinergi Indonesia–Malaysia
Di Halalbihalal IKA...
Di Halalbihalal IKA PMII, Gus Salam Umumkan Maju Jadi Calon Ketum PBNU
Muktamar PBNU 2026 Digelar...
Muktamar PBNU 2026 Digelar Agustus, Ini Daftar Panitianya
Syaiful Huda Tekankan...
Syaiful Huda Tekankan PKB Usung Politik Nilai Bukan Transaksional
Perempuan Bangsa Ajak...
Perempuan Bangsa Ajak 2.000 Peserta Tanam Pohon di Singhasari Malang
Buka Muscab PKB Pamekasan,...
Buka Muscab PKB Pamekasan, Waketum: Perkuat Akar Rumput dan Kuasai Teknologi
Sapa dan Bantu Korban...
Sapa dan Bantu Korban Tanah Bergerak di Tegal, Rustini Muhaimin Dorong Tempat Huntara
Rekomendasi
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Hujan Diprediksi Guyur...
Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Jakarta Siang hingga Sore Hari Ini
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Berita Terkini
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Kemenhaj: 76.829 Jemaah...
Kemenhaj: 76.829 Jemaah Haji dari 195 Kloter Telah Tiba di Indonesia
Prabowo Bakal Hadiri...
Prabowo Bakal Hadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan 17 Juni, Ini Kata Wamenlu
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved