Satgas: Kasus Positif dan Meninggal Naik, Kesembuhan Menurun Pekan Ini

loading...
Satgas: Kasus Positif dan Meninggal Naik, Kesembuhan Menurun Pekan Ini
Jubir Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito mengatakan bahwa perkembangan kasus COVID-19 pada minggu ini menunjukkan tren yang kurang baik. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 , Wiku Adisasmito mengatakan bahwa perkembangan kasus COVID-19 pada minggu ini menunjukkan tren yang kurang baik. Dia meminta agar semua pihak memperhatikan hal ini.

“Untuk minggu ini Satgas sangat menyayangkan terjadinya penambahan pada kasus positif dan kematian juga penurunan pada kesembuhan,” ujarnya dalam konferensi persnya, Kamis (8/4/2021). Baca juga: Satgas Sebut Libur Paskah Terjadi Kenaikan Mobilitas 60%

Wiku mengatakan penambahan kasus positif baru pada minggu ini terjadi sebesar 6,3%. Dimana kontribusi terbesarnya adalah dari Provinsi Banten yang naik lebih dari 6.000 kasus dalam waktu satu minggu.

“Disusul oleh Kalimantan Selatan sebesar 249 kasus, Riau naik 204 kasus, Sulawesi Selatan naik 94 kasus, dan Bengkulu naik 62 kasus,” ungkapnya.

Sementara itu dia menyebut kasus kematian yang juga naik sebesar 0,9% di minggu ini. Kenaikan ini juga dikontribusikan oleh Banten yaitu naik 149 kematian.



“Disusul dengan Jawa tengah naik 31, Jawa Timur naik 13, Riau naik 9 dan NTB naik 5,” ucapya.

Dia menjelaskan penurunan kesembuhan pada pekan ini sebesar 7,8%. Dimana lagi-lagi Banten yang mengalami peningkatan kasus kesembuhan cukup tinggi yaitu 379 kesembuhan.

“Saya juga hendak mengapresiasi provinsi lainnya yang juga mencatatkan kesembuhan yaitu NTT naik 268 kesembuhan, DIY naik 254, Riau naik 230, dan Papua naik 127,” katanya.

Wiku menambahkan bahwa adanya tingginya kasus positif maupun meninggal di Provinsi Banten disebabkan oleh pencatatan dan pelaporan data yang masih terus disinkronisasi antara pusat dan daerah. Baca juga: Satgas: Dapat Izin Mudik Wajib Karantina Mandiri Selama 5 Hari

“Kami berharap sinkronisasi pencatatan dan pelaporan dapat berjalan dengan baik. Sehingga data yang ada dapat akurat digunakan sebagai pertimbangan pengambilan keputusan yang efektif dan tepat sasaran,” tutupnya.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top