Perubahan Pola Makan dan Urgensi Literasi Gizi
Kamis, 08 April 2021 - 06:08 WIB
loading...
A
A
A
Paparan Minarto yang mewakili Bappenas dalam rapat kerja terbatas di Dewan Ketahanan Nasional 12 Oktober 2020 menyebutkan perkembangan gerai makanan dan minuman siap saji yang meningkat dari 5.890 (2011) menjadi 9.100 (2017). Pernah ada yang mengatakan kemodernan suatu negara dicerminkan oleh banyaknya restoran makanan siap saji. Kalau tidak ada pandemi Covid-19, kita bisa melihat ramainya restoran siap saji setiap hari. Cita rasa makanan siap saji sudah dapat diterima oleh lidah masyarakat Indonesia. Pergeseran pola makan mungkin sedang terjadi, sebagaimana dulu negara-negara Barat mengalaminya. Pada 1990-an pernah ada gerakan Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI) agar masyarakat tetap menyukai makanan lokal khas Indonesia, bahkan muncul pula istilah slow food yang dikontraskan dengan fast food.
Saatini masyarakat semakin dimanjakan oleh kemudahan layanan pesan antar makanan melalui aplikasi daring. Ini berlaku untuk semua jenis makanan yang bisa ditawarkan secara daring, baik makanan modern maupun makanan tradisional. Pada dasarnya, berbagai kemudahan generasi saat ini untuk mengakses makanan harus disertai dengan literasi gizi yang baik sehingga gizi seimbang yang sudah digaungkan Kemenkes sejak 1996 benar-benar dapat diimplementasikan di tingkat masyarakat.
Transisi gizi adalah suatu keniscayaan yang dapat terjadi karena perubahan kesejahteraan masyarakat, kemudahan fasilitas, dan meningkatnya ketersediaan pangan. Apakah transisi gizi dapat berdampak buruk atau baik bagi kesehatan sangat tergantung pada masyarakat sendiri dalam menjatuhkan pilihan-pilihan pangan yang akan dikonsumsinya.
Saatini masyarakat semakin dimanjakan oleh kemudahan layanan pesan antar makanan melalui aplikasi daring. Ini berlaku untuk semua jenis makanan yang bisa ditawarkan secara daring, baik makanan modern maupun makanan tradisional. Pada dasarnya, berbagai kemudahan generasi saat ini untuk mengakses makanan harus disertai dengan literasi gizi yang baik sehingga gizi seimbang yang sudah digaungkan Kemenkes sejak 1996 benar-benar dapat diimplementasikan di tingkat masyarakat.
Transisi gizi adalah suatu keniscayaan yang dapat terjadi karena perubahan kesejahteraan masyarakat, kemudahan fasilitas, dan meningkatnya ketersediaan pangan. Apakah transisi gizi dapat berdampak buruk atau baik bagi kesehatan sangat tergantung pada masyarakat sendiri dalam menjatuhkan pilihan-pilihan pangan yang akan dikonsumsinya.
(bmm)
Lihat Juga :