Cadangan Listrik Lebih dari Cukup
Rabu, 07 April 2021 - 06:05 WIB
loading...
A
A
A
Keunggulan lain terletak pada pengoperasian di mana kompor induksi tidak ada api yang menyala sehingga risiko terbakar lebih kecil. Lalu, apa bedanya antara kompor listrik dan kompor induksi? Yang jelas kedua kompor tersebut menggunakan energi listrik yang membedakan adalah cara kerja dari keduanya.
Rupanya, kompor induksi telah menjadi alat pemersatu bagi badan usaha milik negara (BUMN). Atas nama mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui gerakan penggunaan kompor induksi, delapan perusahaan pelat merah telah bekerja sama dan berkomitmen sesuai kapasitasnya masing-masing dalam upaya melancarkan pemasyarakatan penggunaan kompor induksi.
Langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pemakaian energi listrik yang kini dimulai dari kompor listrik hingga kendaraan listrik bukan lagi sekadartren,itu merupakan sebuah kebutuhan dan tuntutan zaman. Tentu, kunci utama dari langkah pemerintah tersebut bagaimana mengamankan pasokan listrik. Hal ini harus dihitung secara cermat. Jangan sampai mengulang kegagalan program konversi penggunaan minyak tanah ke LPG. Ketika itu, harga LPG jauh lebih murah dan praktis ketimbang minyak tanah. Belakangan, konversi minyak tanah ke LPG jadi memberatkan kantong negara karena LPG harus diimpor yang pada akhirnya berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia.
Rupanya, kompor induksi telah menjadi alat pemersatu bagi badan usaha milik negara (BUMN). Atas nama mewujudkan kemandirian dan ketahanan energi nasional melalui gerakan penggunaan kompor induksi, delapan perusahaan pelat merah telah bekerja sama dan berkomitmen sesuai kapasitasnya masing-masing dalam upaya melancarkan pemasyarakatan penggunaan kompor induksi.
Langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pemakaian energi listrik yang kini dimulai dari kompor listrik hingga kendaraan listrik bukan lagi sekadartren,itu merupakan sebuah kebutuhan dan tuntutan zaman. Tentu, kunci utama dari langkah pemerintah tersebut bagaimana mengamankan pasokan listrik. Hal ini harus dihitung secara cermat. Jangan sampai mengulang kegagalan program konversi penggunaan minyak tanah ke LPG. Ketika itu, harga LPG jauh lebih murah dan praktis ketimbang minyak tanah. Belakangan, konversi minyak tanah ke LPG jadi memberatkan kantong negara karena LPG harus diimpor yang pada akhirnya berpengaruh pada neraca perdagangan Indonesia.
(bmm)
Lihat Juga :