Peran Intelektual PMII Dibutuhkan untuk Kuatkan Moderasi Beragama

Selasa, 06 April 2021 - 11:20 WIB
loading...
Peran Intelektual PMII...
Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda. Dok SINDONEWS
A A A
JAKARTA – Gelaran Muktamar Pemikiran Dosen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) disambut gembira banyak kalangan. Ajang yang digelar 5-7 April 2021 di Tulungagung, Jawa Timur tersebut diharapkan kian menguatkan gerakan moderasi beragama di Indonesia yang akhir-akhir ini menghadapi tantangan berat.

“Indonesia akhir-akhir ini menghadapi tantangan berat dalam kehidupan beragama. Selain gerakan transnasionalisme Islam yang memunculkan gerakan radikal, Indonesia juga terus menghadapi ideologi sekuler yang berupaya meminggirkan peran agama dalam bernegara. Peran intelektual alumni PMII termasuk para dosen dibutuhkan agar kita mampu mendayung perahu Indonesia selamat dari dua gelombang tersebut,” ujar Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Selasa (6/4/2021).

Dia menjelaskan serangan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan aksi penyerangan Mabes Polri menjadi bukti nyata bahaya gerakan Islam transnasional. Ironisnya gerakan yang didominasi pemikiran skripturalis fundamentalisme itu kini telah menghinggapi banyak anak muda. Pelaku bom Makassar maupun penyerang Mabes Polri yang masih berusia 26 tahun menjadi penanda jika gerakan tersebut telah menyusupi kalangan milenial. “Peristiwa ini menjadi early warning bagi kita semua betapa gerakan radikalisme Islam telah menghinggapi anak muda. Dibutuhkan counter wacana agar narasi ini tidak semakin menjadi-jadi khususnya di kalangan muda,” katanya. (Baca Juga :Buka Muktamar Pemikiran Dosen PMII, Gus AMI Sampaikan Tiga Prioritas Pascapandemi)

Selain gerakan Islam transnasional, lanjut Huda, Indonesia juga menghadapi bahaya laten gerakan sekuler yang ingin memisahkan agama dengan negara. Gerakan sekuler seperti yang digaungkan ideologi komunis maupun kapitalisme liberal dengan beragam bentuknya juga banyak mempengaruhi cara berpikir anak muda. “Gerakan sekulerasi sama bahayanya dengan gerakan transnasionalisme Islam. Oleh karena itu PMII dan NU bersama entitas lain pengusung Islam moderat harus bahu membahu membendung dua gelombang yang sama-sama membahayakan Indoenesia di masa depan,” katanya. (Baca Juga :Muktamar Pemikiran untuk Menggapai Indonesia Emas)

Politikus PKB tersebut menegaskan PMII mempunyai potensi sumber daya manusia yang luar biasa. Alumni PMII yang saat ini tersebar ke berbagai bidang profesi pekerjaan mempunyai potensi menjadi ujung tombak dalam menyebarkan Islam moderat. Pun juga alumni PMII yang saat ini berprofesi sebagai dosen berpotensi menelurkan berbagai produk pemikiran untuk menjaga Indonesia sebagai negara dengan insipirasi keagamaan dalam setiap produk kebijakannya. “Maka muktamar pemikiran dosen alumni PMII ini menjadi penting artinya ketika dibutuhkan wacana pemikiran untuk menjaga Indonesia tidak jatuh terjebak pada bentuk negara sekuler atau negara agama,” katanya.

Huda berharap Muktamar Pemikiran Dosen PMII ini memberikan highlight terhadap upaya merangkul generasi muda utamanya siswa atau mahasiswa untuk memiliki cara pandang moderat baik dalam beragama maupun bernegara. Hal ini penting mengingat penetrasi pemikiran ekstrim baik ekstrim kiri maupun kanan selalu mengintai mereka melalui berbagai platfrom media sosial. “Ancaman pemikiran ekstrim itu sudah memasuki wilayah-wilayah privat melalui jaringan media sosial. Counter wacana sangat dibutuhkan termasuk bagaimana strategi agar wacana tersebut bisa familiar denga kehidupan anak muda jaman sekarang. Kami yakin muktamar pemikiran dosen alumni PMII bisa melahirkan berbagai rekomendasi yang bernas dan aplikatif,” katanya.

Mantan Ketua PMII Bandung Raya ini menegaskan siap membawa rekomendasi Muktamar Dosen IKA PMII ke stake holder terkait. Jika ada rekomendasi terkait dengan perbaikan kurikulum Pendidikan tinggi misalnya, dirinya siap membawa hal tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Pun begitu jika ada rekomendasi yang berkaitan dengan pola organisasi kepemudaan maka saya siap menyampaikannya ke Kementerian Pemuda dan Olahraga,” pungkasnya.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nasaruddin Umar: Spirit...
Nasaruddin Umar: Spirit Kiai Wahab Hasbullah Relevan untuk Perkuat Pesantren dan NKRI
Kementerian, TNI, dan...
Kementerian, TNI, dan Polri Kolaborasi Perkuat Moderasi Beragama
Rakernas BMBPSDM 2026,...
Rakernas BMBPSDM 2026, Menag Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Teknologi
Riset Kemenag: Toleransi...
Riset Kemenag: Toleransi Beragama Gen Z Ungguli Milenial dan Baby Boomers
Sambut Nataru, Penyuluh...
Sambut Nataru, Penyuluh Agama Bersih-bersih Rumah Ibadah Lintas Iman se-Indonesia
Perayaan Natal Nasional...
Perayaan Natal Nasional 2025: Merawat Kebhinekaan dan Moderasi lewat Keteladanan
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Muktamar Krapyak, Ulama...
Muktamar Krapyak, Ulama Muda Rumuskan Teologi Kerukunan Kosmik
BNPT Ajak Masyarakat...
BNPT Ajak Masyarakat Manggarai Barat Perkuat Komunikasi dan Deteksi Dini
Rekomendasi
Kabar Bahagia, Amanda...
Kabar Bahagia, Amanda Manopo dan Kenny Austin Umumkan Kelahiran Anak Pertama
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Berita Terkini
Roy Suryo Sentil Rismon...
Roy Suryo Sentil Rismon Sianipar yang Ungkit Lagi Kasus Panci: Perkara Sudah Inkrah
6 Pejabat TNI AL Berganti,...
6 Pejabat TNI AL Berganti, Kadiskomlekal hingga Kadislitbangal
Presiden Prabowo Fokus...
Presiden Prabowo Fokus pada Kebutuhan Dasar Rakyat dan Kesejahteraan Masyarakat
Kubu Roy Suryo Tepis...
Kubu Roy Suryo Tepis Berkas Kasus Pencemaran Nama Baik Terkait Ijazah Jokowi Sudah P21
Roy Suryo Bandingkan...
Roy Suryo Bandingkan Lamanya Penanganan Kasus Ijazah Jokowi dengan Jessica dan Ferdy Sambo
DKPP Pecat Ketua Bawaslu...
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Kabupaten Tambrauw karena Terbukti Masih Berstatus ASN
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved