Wapres: Contoh Sederhana Berpikir Sempit Tak Percaya COVID-19 Nyata
Minggu, 04 April 2021 - 13:47 WIB
loading...
A
A
A
Sebaliknya, Islam mengajarkan cara-cara yang santun (layyinan), dan dilakukan dengan cara-cara nasihat yang baik (mau'izhah hasanah), serta berdialog dengan cara-cara yang terbaik (mujadalah billati hiya ahsan).
Baca juga: Korban Terus Berjatuhan, Masih Ada Warga Tidak Percaya Covid-19
"Cara berpikir sempit seperti itu menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," katanya.
Baca juga: Korban Terus Berjatuhan, Masih Ada Warga Tidak Percaya Covid-19
"Cara berpikir sempit seperti itu menghambat dan kontra produktif terhadap upaya membangun kembali peradaban Islam. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab mengapa banyak negara berpenduduk muslim masih mengalami ketertinggalan dalam bidang ekonomi, pendidikan, iptek dan bidang lainnya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :