Menteri Kabinet Jokowi-KH Maruf Amin yang Berniat Nyapres Sebaiknya Mundur

Jum'at, 02 April 2021 - 16:39 WIB
loading...
Menteri Kabinet Jokowi-KH...
Ketua Umum Laskar Dewa Ruci Mochtar Mohamad mendesak agar menteri Kabinet Indonesia Maju yang berniat maju dalam Pilpres 2024 untuk mundur dari jabatannya. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Laskar Dewa Ruci Mochtar Mohamad mendesak agar menteri Kabinet Indonesia Maju yang berniat maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 untuk mundur dari jabatannya. Hal itu agar tidak mengganggu kinerja pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin dalam menanggulangi pandemic Covid-19.

“Menjadi calon Presiden memang merupakan hak seluruh anak bangsa. Jika ingin berniat mencalonkan diri sebagai Presiden, maka sebaiknya para menteri atau pembantu presiden secara sadar dapat mengundurkan diri,” katanya, Jumat (2/4/2021). Baca juga: Versi Survei Charta Politika, Sandiaga Uno Masuk Bursa Capres 2024

Menurut dia, sejak pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, China pada akhir akhir 2019, jumlah kasus positif Covid-19 di seluruh dunia terus mengalami peningkatan, termasuk Indonesia. Sampai pada saat ini kondisi pandemi di Indonesia belum juga usai. Kasus positif Covid-19 di Indonesia per 1 April 2021 telah mencapai 1.517.854 kasus dan telah memakan korban hingga 41.054 jiwa. Belum lagi permasalahan ekonomi yang timbul dan harus dihadapi oleh bangsa ini. Covid-19 ini sangat berdampak pada rantai ekspor impor hingga kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Akibatnya angka kemiskinan, inflasi, nilai tukar rupiah yang anjlok tak dapat terelakan lagi. Baca juga: Empat Pentolan Parpol Digadang Maju Pilpres 2024, Ini Sosoknya

Pemerintah hari ini telah melakukan berbagai upaya termasuk mensubsidi kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan bahkan mensubsidi bunga restrukturisasi kredit macet di bank. Hal tersebut semakin memperparah kondisi keuangan negara maupun ekonomi rakyat. Seharusnya pemerintah berfokus pada kebijakan kemandirian ekonomi rakyat secara mikro dari pada sekedar langkah subsidi dan subsidi. Situasi saat ini seharusnya sudah menjadi Negara Melawan Covid-19.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia terkontraksi minus 2,07% di sepanjang 2020. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2020 ekonomi Indonesia terkontraksi minus 5,32%, dan minus 3,49% pada kuartal III 2020. Pada kuartal IV 2020 mengalami kontraksi 0,42% dibandingkan triwulan sebelumnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved