Menteri Kabinet Jokowi-KH Maruf Amin yang Berniat Nyapres Sebaiknya Mundur

Jum'at, 02 April 2021 - 16:39 WIB
loading...
A A A
Sementara secara tahunan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 2,19%. Artinya di era pandemi Covid-19 ini pertumbuhan ekonomi Indonesia dipaksa masuk ke jurang resesi akibat selalu tumbuh minus. Di tengah situasi pandemi yang memperihatinkan ini, kinerja pemerintah dalam upaya menangani permasalahan ini sedang diuji pada tingkatan yang sangat serius. Kebutuhan akan kinerja yang profesional dan kinerja yang totalitas dari para pembantu presiden sangat diharapkan oleh masyarakat, agar para pembantu presiden dapat membuat kebijakan yang paling tepat di masa krisis seperti saat ini.

Tetapi panggung politik di masa pandemi juga menjadi sisi lain yang begitu menggoda bagi para pembantu presiden seperti menteri atau setingkatnya. Sangat disayangkan, penderitaan ini lantas dimanfaatkan menjadi panggung politik oleh menteri-menteri, bahkan kepala daerah yang berniat untuk naik panggung pada 2024. Hal ini teridentifikasi dari maraknya sosial media yang masif dari para pembantu Presiden memamerkan branding-nya masing-masing untuk menarik simpati rakyat. Bahkan yang lebih parah diduga para Menteri sedang asyik bermain sebagai endorser atau bahkan “calo” merek vaksin untuk masuk ke Indonesia.

Dalam hasil survey yang dilakukan oleh LSI dan Indobarometer di awal 2021, setidaknya sudah memunculkan cukup banyak nama menteri atau pejabat setingkat menteri yang masuk dalam bursa calon presiden pada 2024. Nama menteri yang ikut mencuat sebagai kandidat potensial maju sebagai calon presiden di 2024. Mereka adalah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, kemudian Menteri BUMN Erick Tohir dan Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan lain lain.

”Seperti yang kita tau, bahwa pencoblosan pemilihan presiden akan dilaksanakan pada Maret 2024. Namun demikian, tahapan Pilpres akan dimulai 20 bulan jauh sebelum hari pencoblosan. Pelaksanaan tahapan pemilihan Presiden akan dimulai pada Juli 2022. Aartinya tahapan pilpres otomatis akan berlangsung di tahun depan. Apabila “kegenitan” ini tidak dapat dibenahi pada saat sekarang ini, akan berakibat pada stabilitas kabinet Indonesia Maju,” katanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
Airlangga Sebut B50...
Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Berita Terkini
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Ucapkan 6 Pernyataan sebelum Resmi Mundur dari Jabatan
Profil Febrie Adriansyah,...
Profil Febrie Adriansyah, Jampidsus Kejagung yang Mundur Sering Ungkap Kasus Kakap
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur di Tengah Penyelidikan Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Breaking News: Jampidsus...
Breaking News: Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved