Kubu Moeldoko Ungkap Rencana KLB Kubu AHY untuk Bahas AD/ART 2020
Jum'at, 02 April 2021 - 09:21 WIB
loading...
Muncul isu bahwa Partai Demokrat akan menggelar KLB untuk membahas AD/RT yang dibuat di luar Kongres 2020. Foto/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Selain soal inkonsistensi sikap, kubu Moeldoko juga mengungkapkan isu soal rencana kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat yang akan digelar kubu Susilo Bambang Yudhoyono dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
"Sekarang telah beredar kabar yang sangat mencengangkan, bahwa tak lama lagi Partai Demokrat kepemimpinan AHY akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan untuk mengubah AD/ART Partai Demokrat 2020 yang dahulu SBY rubah di luar kongres," ungkap Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat (PD) Pimpinan Moeldoko, Saifu Huda Ems (SHE), Jumat (2/4/2021),
Baca juga: Bursah Zarnubi Minta 2 Kubu Demokrat Legawa atas Keputusan Pemerintah
Dia mengaku tak habis pikir, bahwa AD/ART 2020 yang banyak masalah karena melanggar Konstitusi dan Undang-Undang Partai Politik, yang menempatkan Ketum AHY dan SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai sebagai layaknya raja diraja harus diubah kembali.
"Ini semua membuktikan bahwa KLB Sibolangit yang mendaulat Pak Dr. Moeldoko sebagai Ketua Umum itu sejatinya sangat bermanfaat, dapat membongkar kebusukan-kebusukan politik SBY yang selama bertahun-tahun menguasai Partai Politik dengan keluarganya sendiri. Partai Politik yang menguras trilyunan kas negara dan yang hanya menghasilkan koruptor-koruptor tangguh yang dilindunginya," ujarnya.
"Sekarang telah beredar kabar yang sangat mencengangkan, bahwa tak lama lagi Partai Demokrat kepemimpinan AHY akan mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) yang bertujuan untuk mengubah AD/ART Partai Demokrat 2020 yang dahulu SBY rubah di luar kongres," ungkap Ketua Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat (PD) Pimpinan Moeldoko, Saifu Huda Ems (SHE), Jumat (2/4/2021),
Baca juga: Bursah Zarnubi Minta 2 Kubu Demokrat Legawa atas Keputusan Pemerintah
Dia mengaku tak habis pikir, bahwa AD/ART 2020 yang banyak masalah karena melanggar Konstitusi dan Undang-Undang Partai Politik, yang menempatkan Ketum AHY dan SBY sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai sebagai layaknya raja diraja harus diubah kembali.
"Ini semua membuktikan bahwa KLB Sibolangit yang mendaulat Pak Dr. Moeldoko sebagai Ketua Umum itu sejatinya sangat bermanfaat, dapat membongkar kebusukan-kebusukan politik SBY yang selama bertahun-tahun menguasai Partai Politik dengan keluarganya sendiri. Partai Politik yang menguras trilyunan kas negara dan yang hanya menghasilkan koruptor-koruptor tangguh yang dilindunginya," ujarnya.
Lihat Juga :